Polisi Pastikan Bercak Darah di Sprai Kamar Lula Lahfah Bukan Akibat Kekerasan
Lula--
Kepolisian menyampaikan penjelasan terbaru terkait temuan bercak darah di kamar apartemen Lula Lahfah. Temuan tersebut sebelumnya memicu berbagai spekulasi publik mengenai penyebab kematian selebgram tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan forensik secara menyeluruh, polisi memastikan bahwa bercak darah tersebut tidak berkaitan dengan tindak kekerasan atau penganiayaan.
Table of Contents
Hasil Pemeriksaan Forensik Bercak Darah
Tim Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap bercak darah yang ditemukan pada sprai, tisu, dan kapas di kamar tempat Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia.
Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofiq, menjelaskan bahwa dari hasil analisis, darah tersebut sudah dalam kondisi lama dan bukan berasal dari luka baru.
Menurutnya, kondisi bercak yang telah mengering mengarah pada dugaan bahwa darah tersebut merupakan darah menstruasi.
Darah Diduga Berasal dari Menstruasi
Berdasarkan karakteristik bercak darah, tim forensik menyimpulkan bahwa kemungkinan besar darah tersebut berasal dari proses biologis alami korban.
Polisi menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda luka segar atau indikasi kekerasan fisik yang berkaitan dengan bercak darah tersebut.
Polisi Tegaskan Tidak Ada Unsur Pidana
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, menyampaikan bahwa hasil penyelidikan menyeluruh tidak menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa meninggalnya Lula Lahfah.
Ia menegaskan bahwa kematian korban disebabkan oleh kehabisan napas dan bukan akibat tindakan penganiayaan.
Penyelidikan Resmi Dihentikan
Dengan seluruh temuan forensik dan keterangan saksi yang telah dikumpulkan, kepolisian menyatakan proses penyelidikan kasus penemuan jenazah Lula Lahfah resmi dihentikan.
Kesimpulan ini diambil setelah memastikan seluruh fakta telah diuji secara ilmiah dan transparan untuk menjawab keraguan yang berkembang di masyarakat.