Swasembada Pangan Diumumkan, Tapi Harga Beras dan Komoditas Pokok Masih Bikin Dompet Jebol

Swasembada Pangan Diumumkan, Tapi Harga Beras dan Komoditas Pokok Masih Bikin Dompet Jebol

beras-pixabay-

Untuk ikan, harga kembung masih tertinggi di antara tiga jenis utama: Rp44.260/kg, diikuti tongkol (Rp35.814/kg) dan bandeng (Rp35.853/kg). Sementara daging sapi murni rata-rata Rp136.153/kg, sedikit di bawah HAP Rp140.000/kg—namun tetap terasa mahal bagi mayoritas masyarakat.

Menariknya, daging kerbau lokal justru lebih mahal daripada impor: Rp138.889/kg vs Rp106.698/kg. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efisiensi rantai pasok dan kebijakan impor yang berlaku.



Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 12 Januari 2026: Antam Absen Lagi, UBS dan Galeri 24 Jadi Andalan

Komoditas Pokok Lain: Tepung, Gula, Garam, dan Kedelai
Harga tepung terigu—bahan dasar roti, mie, dan kue—masih stabil: Rp12.958/kg untuk kemasan dan Rp9.464/kg untuk curah. Sementara gula konsumsi dijual Rp17.977/kg, dan garam konsumsi Rp11.252/kg, keduanya dalam batas wajar.

Namun, kedelai biji kering impor mengalami penurunan signifikan: Rp10.742/kg, turun 10,48% dari hari sebelumnya. Penurunan ini bisa jadi kabar baik bagi produsen tempe dan tahu, yang selama ini kesulitan akibat fluktuasi harga kedelai global.


Penutup: Swasembada Harus Dirasakan Rakyat, Bukan Hanya Diumumkan
Pencapaian swasembada pangan memang patut diapresiasi sebagai langkah strategis menuju kedaulatan pangan nasional. Namun, selama harga-harga pokok masih melambung—terutama di wilayah terpencil—dan akses terhadap pangan murah belum merata, maka swasembada hanya akan terasa seperti retorika politik bagi sebagian besar rakyat.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar: menjembatani jurang antara produksi dan konsumsi. Tanpa distribusi yang efisien, pengawasan harga yang ketat, serta kebijakan subsidi yang tepat sasaran, klaim kemandirian pangan berisiko kehilangan maknanya di mata masyarakat yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan dapur.

— Redaksi Ekonomi Nasional terus memantau perkembangan harga pangan dan dampaknya terhadap daya beli masyarakat. Pantau terus laporan kami untuk analisis mendalam dan rekomendasi kebijakan.

 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya