Nubia Red Magic 11 Pro Jadi Ponsel Gaming Rp18 Jutaan yang Tak Tertandingi, Menurut David GadgetIn

Nubia Red Magic 11 Pro Jadi Ponsel Gaming Rp18 Jutaan yang Tak Tertandingi, Menurut David GadgetIn

Nubia-Instagram-

Nubia Red Magic 11 Pro Jadi Ponsel Gaming Rp18 Jutaan yang Tak Tertandingi, Menurut David GadgetIn

Di tengah prediksi suram tentang masa depan segmen ponsel gaming—yang dianggap mulai ditinggalkan karena performa ponsel mainstream kini semakin tangguh—muncul sebuah pengecualian mengejutkan. Nubia Red Magic 11 Pro hadir bukan hanya sebagai jawaban, tapi sebagai pernyataan tegas bahwa ponsel gaming masih sangat relevan, bahkan mampu melampaui batas ekspektasi teknologi saat ini.



Tech reviewer ternama Indonesia, David dari kanal YouTube GadgetIn, menyebut Red Magic 11 Pro sebagai “inovasi yang bikin geleng-geleng kepala”. Dalam ulasannya yang viral, David menegaskan bahwa perangkat ini jauh melampaui sekadar ponsel biasa. “Ini bukan laptop ya, tapi seri HP gaming yang inovasinya selalu bikin geleng-geleng,” ujarnya dengan nada kagum.

Skor AnTuTu Tembus 4 Juta: Pertama di Dunia!
Salah satu sorotan utama dari Red Magic 11 Pro adalah pencapaian historisnya dalam benchmark AnTuTu. Ponsel ini menjadi perangkat komersial pertama di dunia yang berhasil menembus angka lebih dari 4 juta poin—sebuah rekor yang sebelumnya hanya bisa dibayangkan oleh perangkat konsep atau modifikasi ekstrem.

Namun, menurut David, skor tinggi tersebut bukan semata-mata hasil dari chipset terbaru Qualcomm, Snapdragon 8 Elite Gen 5, yang memang sudah dikenal garang. Yang benar-benar membuat Red Magic 11 Pro unggul adalah sistem pendinginannya yang revolusioner.


Liquid Cooling Pertama di Dunia untuk Ponsel Konsumen
“Bedanya Red Magic 11 Pro ini pakai sistem liquid cooling pertama di dunia buat HP yang dijual bebas di pasaran,” ungkap David dalam ulasannya.

Sistem pendinginan cair ini menggunakan cairan fluorinasi khusus yang mengalir melalui saluran mikro di dalam bodi ponsel. Cairan tersebut secara aktif menyerap panas dari area prosesor dan mendistribusikannya ke bagian lain yang lebih dingin, menjaga suhu tetap stabil bahkan saat digunakan untuk gaming intensif selama berjam-jam.

Hasilnya? Performa tidak hanya tinggi, tapi juga konsisten. Dalam pengujian stres ekstrem seperti 3DMark Wild Life Extreme, Red Magic 11 Pro mampu mempertahankan frame rate tinggi jauh lebih lama dibanding kompetitor. “Malahan makin liar sampai jadi raja AnTuTu,” kata David sambil tertawa.

Desain Transparan yang Nyentrik dan Fungsional
Dari sisi estetika, Red Magic 11 Pro tak kalah mencuri perhatian. Panel belakangnya dirancang transparan, memperlihatkan secara langsung jalur-jalur sistem liquid cooling, kipas internal mini, serta lampu LED RGB yang bisa dikustomisasi. Desain ini bukan sekadar gimmick—melainkan pernyataan visual bahwa ini adalah mesin gaming sesungguhnya.

Fitur gaming lainnya juga lengkap:

Shoulder trigger fisik (dengan respons ultra-cepat),
Port USB-C full-featured,
Jack audio 3.5mm (langka di era modern),
Dan bodi ergonomis yang nyaman digenggam meski ukurannya besar.
“Pegang Red Magic ini ngasih feeling yang beda, kerasa keren aja,” komentar David, yang menekankan bahwa desainnya memberikan sensasi premium sekaligus fungsional bagi para gamer serius.

Bukan Sekadar Mainan: Siap Jadi Perangkat Harian di Indonesia
Bagi konsumen Tanah Air, kehadiran Red Magic 11 Pro membawa kabar baik. Ponsel ini didistribusikan secara resmi di Indonesia, artinya pengguna tak perlu khawatir soal garansi, layanan purna jual, atau kompatibilitas jaringan lokal. Ini bukan lagi perangkat impor ilegal atau barang demo—tapi ponsel siap pakai untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk produktivitas, hiburan, dan tentu saja, gaming kompetitif.

Lebih menarik lagi, Nubia menawarkan paket pembelian awal eksklusif yang mencakup gamepad magnetik, pelindung layar premium, dan aksesori pendukung lainnya. “Ini juga paket spesial buat pembeli yang tercepat,” tambah David, mengingatkan calon pembeli agar tak melewatkan kesempatan langka ini.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya