Rupiah Terus Melemah, Bayang-Bayang Level Psikologis Rp17.000/US$ Makin Nyata
Rupiah Terus Melemah, Bayang-Bayang Level Psikologis Rp17.000/US$ Makin Nyata
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Senin (12/1/2026), menandai pelemahan beruntun selama tujuh hari berturut-turut. Di penutupan pasar spot, rupiah ditutup di level Rp16.833 per dolar AS, melemah sebesar 0,33% dibandingkan posisi akhir pekan lalu. Kondisi ini memperlihatkan tekanan yang terus-menerus terhadap mata uang Garuda, sekaligus membawa rupiah semakin dekat ke level psikologis penting: Rp17.000 per dolar AS.
Yang lebih mengkhawatirkan, sejak awal tahun 2026, rupiah belum sekalipun mencatatkan penguatan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa fundamental ekonomi domestik maupun global sedang berada dalam fase ketidakpastian tinggi. Pelemahan rupiah kali ini bukan hanya fenomena jangka pendek, melainkan cerminan dari akumulasi risiko yang berasal dari dua sisi: eksternal dan internal.
Gejolak Global Memperparah Tekanan pada Rupiah
Di kancah internasional, situasi geopolitik terus memanas. Invasi militer AS ke Venezuela beberapa waktu lalu telah memicu gelombang kecemasan di pasar keuangan global. Belum reda, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali membara, memperkuat sentimen risk-off—yaitu kecenderungan investor untuk menjauhi aset-aset berisiko seperti mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mengalihkan portofolionya ke aset safe haven, seperti dolar AS, emas, atau obligasi pemerintah AS. Akibatnya, permintaan terhadap greenback meningkat, sementara tekanan jual terhadap rupiah pun tak terhindarkan.
Namun, menariknya, tidak semua mata uang Asia ikut terpuruk. Beberapa negara tetangga justru menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Baht Thailand misalnya, menguat signifikan 0,52%, disusul ringgit Malaysia (+0,21%), dolar Singapura (+0,10%), yen Jepang (+0,10%), dan renminbi China versi offshore (+0,09%).
Sebaliknya, selain rupiah yang melemah 0,17%, hanya won Korea Selatan (-0,59%) dan dolar Taiwan (-0,10%) yang juga berada di zona merah. Perbedaan performa ini menunjukkan bahwa faktor domestik Indonesia turut berperan besar dalam pelemahan rupiah.
Update Terbaru
Apa Pekerjaan Martinus Sudiryono? Ayah Kandung Syifa Hadju yang Resmi Menikah dengan El Rumi, Bukan Orang Sembarangan?
Selasa / 28-04-2026, 19:09 WIB
Profil Martinus Sudiryono Ayah Kandung Syifa Hadju yang Resmi Menikah dengan El Rumi: Umur, Agama dan IG
Selasa / 28-04-2026, 19:01 WIB
Euphoria Season 3 Episode 4 Tayang 4 Mei 2026, Konflik Baru Rue dan Cassie Makin Memanas
Selasa / 28-04-2026, 18:40 WIB
OPPO Find X9 Ultra Siap Tantang Flagship 2026 dengan Kamera 10x dan Baterai 7050 mAh
Selasa / 28-04-2026, 18:37 WIB
Prabowo lanjutkan kunjungan kerja ke Cilacap dan Banyumas usai menjenguk korban kecelakaan kereta
Selasa / 28-04-2026, 18:34 WIB
Link Baca Manhwa Eleceed Chapter 399 Bahasa Indonesia, Aksi Superpower yang Tetap Menarik
Selasa / 28-04-2026, 18:02 WIB
Link Baca Manhwa Eleceed Chapter 400 Bahasa Indonesia, Cek Update Terbaru di SIni
Selasa / 28-04-2026, 18:00 WIB
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur, Dugaan Gangguan Sinyal Diselidiki
Selasa / 28-04-2026, 17:51 WIB
Evaluasi Gerbong Khusus Perempuan di KRL Diusulkan Menteri PPPA Arifah Fauzi Dipindah ke Bagian Tengah
Selasa / 28-04-2026, 17:48 WIB
Prabowo Subianto Tinjau TPST BLE di Banyumas untuk Evaluasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Selasa / 28-04-2026, 17:45 WIB
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Dipicu Taksi Listrik Mogok di Perlintasan Ampera
Selasa / 28-04-2026, 17:42 WIB
Icha Putri Utami Terseret Isu Penipuan Investasi Rp88 Juta, Klaim Mahasiswi FK UI Dipertanyakan
Selasa / 28-04-2026, 17:41 WIB
Infinix Smart 20 Tawarkan Layar 120Hz dan Baterai Besar di Harga 1 Jutaan April 2026
Selasa / 28-04-2026, 17:27 WIB






