Profil Tampang Benyamin Davnie Wali Kota Tangsel yang Didemo Mahasiswa UMJ Karena Gagal Atasi Krisis Sampah, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG
Profil Tampang Benyamin Davnie Wali Kota Tangsel yang Didemo Mahasiswa UMJ Karena Gagal Atasi Krisis Sampah, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG
Tumpukan sampah yang tak kunjung teratasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini memicu gelombang protes dari kalangan akademisi. Puncaknya, sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJC) melakukan aksi demonstrasi simbolis dengan melemparkan sampah ke halaman kantor Wali Kota Tangsel, Senin (23/12/2025). Aksi tersebut bukan sekadar bentuk ketidaksukaan, melainkan kritik keras terhadap pemerintah kota yang dinilai gagal mengelola persoalan limbah domestik yang kian menggunung.
Aksi ini dilatarbelakangi oleh situasi krisis yang memburuk akibat ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang oleh warga sekitar. Penutupan tersebut bukan tanpa alasan—warga telah lama mengeluhkan bau menyengat, polusi udara, hingga dampak kesehatan akibat pengelolaan TPA yang tidak profesional. Namun, alih-alih menyiapkan solusi alternatif jangka pendek maupun jangka panjang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel tampak “tertidur” dalam menangani krisis lingkungan ini.
Sampah Menumpuk, Warga dan Mahasiswa Gelisah
Sejak TPA Cipeucang ditutup secara sepihak oleh warga, tumpukan sampah mulai bermunculan di berbagai titik strategis di Tangsel—di sudut jalan, trotoar, bahkan di depan fasilitas umum. Kondisi ini tidak hanya merusak estetika kota yang dikenal sebagai kawasan elite penyangga ibu kota, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan ekosistem setempat.
Mahasiswa UMJ yang tergabung dalam aliansi lingkungan “Gerakan Mahasiswa Peduli Sampah Tangsel” menilai bahwa kegagalan ini mencerminkan buruknya perencanaan dan respons cepat dari pemerintah daerah. “Ini bukan hanya soal sampah, tapi soal tata kelola pemerintahan yang tidak progresif,” ujar salah satu koordinator aksi, Raka (21), kepada media.
Siapa Sebenarnya Wali Kota Tangsel Saat Ini?
Di balik krisis ini, sosok yang bertanggung jawab penuh atas pemerintahan kota adalah Dr. H. Benyamin Davnie, S.IP, M.Si. Pria kelahiran Pandeglang, 1 September 1958 ini resmi menjabat sebagai Wali Kota Tangerang Selatan sejak 26 April 2021, setelah memenangkan Pilkada 2020 berpasangan dengan Pilar Saga Ichsan, birokrat muda yang kini menjabat sebagai Wakil Wali Kota.
Menariknya, pada Pilkada 2024 lalu, duet Benyamin–Pilar kembali meraih kemenangan besar dan bakal memimpin Tangsel untuk periode 2025–2030. Namun, kemenangan politik ini kini diuji oleh realitas di lapangan—terutama dalam menghadapi tantangan lingkungan hidup yang semakin kompleks.
Sebelum menjadi orang nomor satu di Tangsel, Benyamin Davnie telah malang melintang di birokrasi daerah selama puluhan tahun. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangsel periode 2011–2021, mendampingi Wali Kota legendaris Airin Rachmi Diany. Di masa sebelumnya, ia juga mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, antara lain sebagai Camat, Kepala Dinas, hingga Asisten Daerah.
Pendidikan formalnya juga cukup mumpuni—ia lulusan Sarjana Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, dan kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor. Reputasinya sebagai birokrat senior dengan pengalaman panjang sempat menjadi harapan besar masyarakat Tangsel akan tata kelola pemerintahan yang efisien dan visioner.
Antara Reputasi dan Realitas Lapangan
Namun, reputasi panjang dan gelar akademis tampaknya belum cukup untuk mengatasi masalah sampah yang kian mengancam kehidupan warga. Banyak pihak menilai bahwa pemerintah kota terlalu lambat merespons penutupan TPA Cipeucang. Tidak ada skenario darurat, tidak ada sosialisasi pengelolaan sampah berbasis RW, dan infrastruktur pengolahan sampah modern pun belum terlihat wujud nyatanya.
Padahal, Tangsel merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi tercepat di Indonesia. Menurut data BPS 2024, populasi kota ini telah mencapai lebih dari 1,4 juta jiwa, dengan volume sampah harian mencapai 800–900 ton. Angka ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan permukiman, pusat perbelanjaan, dan kantor-kantor korporat.
Update Terbaru
DPRD Kaltim Jadwalkan Paripurna Hak Angket 10 Juni 2026
Senin / 25-05-2026, 17:30 WIB
Menembus Batas Benua, Om Daengg Lanjutkan Ekspedisi Mekkah ke Eropa
Senin / 25-05-2026, 17:28 WIB
Tips Bebas Pegal Saat Tak Dapat Kursi di Kereta Lokal Malang-Surabaya
Senin / 25-05-2026, 17:28 WIB
OPPO Siap Luncurkan Find X9 Series dan Perangkat IoT di Indonesia
Senin / 25-05-2026, 17:23 WIB
Lyodra Ginting dan Sammy Simorangkir Meriahkan Worcas Gala Dinner 2026
Senin / 25-05-2026, 17:18 WIB
Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Cetak Ulang ke-100, Terjual 250 Ribu Eksemplar
Senin / 25-05-2026, 17:18 WIB
Pop-up Store Perfect Crown Ditutup Lebih Awal Buntut Kontroversi Distorsi Sejarah
Senin / 25-05-2026, 17:13 WIB
Pertama Kali ke Jatim Park 1? Ini Hal yang Harus Diketahui!
Senin / 25-05-2026, 17:13 WIB
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di Dunia 2026, Ronaldo Nomor Berapa?
Senin / 25-05-2026, 17:13 WIB
Jetour Siap Luncurkan SUV PHEV T1 i-DM di Indonesia
Senin / 25-05-2026, 17:08 WIB
Xiaomi Resmi Luncurkan Redmi Watch 6 dengan Layar AMOLED Besar
Senin / 25-05-2026, 17:08 WIB
Dedi Mulyadi Kaji Wacana Jalan Berbayar di Jawa Barat
Senin / 25-05-2026, 17:05 WIB
Pemkab Brebes Salurkan 2.056 Paket Bansos Wardoyo Tahap I
Senin / 25-05-2026, 17:05 WIB
Suzuki Jimny Rhino Special Edition Meluncur di Australia
Senin / 25-05-2026, 17:03 WIB






