Konflik Internal PBNU Memanas: Tambang Batu Bara Picu Perpecahan Antara Gus Yahya dan Gus Ipul, Ulil Abshar Sebut Malu untuk NU
Profil Singkat Ulil Abshar Abdalla: Intelektual NU yang Tak Ragu Bersuara
Lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 11 Januari 1967, Ulil Abshar Abdalla berasal dari keluarga pesantren yang kental dengan tradisi NU. Ayahnya, Abdullah Rifa’i, merupakan pengasuh Pesantren Mansajul Ulum di Pati, sementara mertuanya adalah KH Mustofa Bisri (Gus Mus), kiai kharismatik dari Pesantren Raudlatut Tholibin, Rembang.
Ulil menempuh pendidikan di Madrasah Mathali’ul Falah, Kajen, lalu menimba ilmu di Pesantren Al-Anwar, Sarang. Ia lulus dari Fakultas Syariah LIPIA Jakarta, sempat belajar filsafat di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, dan meraih gelar doktor dari Universitas Boston, Amerika Serikat.
Dikenal sebagai pemikir progresif, Ulil pernah menjadi koordinator Jaringan Islam Liberal—gerakan yang menuai kontroversi namun juga menginspirasi banyak kalangan muda. Ia pernah menjadi sasaran teror pada 2011 ketika menerima kiriman “bom buku” yang meledak di Radio 68H, Jakarta Timur, melukai seorang perwira polisi.
Baca juga: CCTV Viral Video 2 Menit 30 Detik Exy Dwi Lestari di Lift dengan Suami Orang
Kini, selain aktif di Lakpesdam PBNU, Ulil juga menjabat sebagai Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan di Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.
Menanti Rekonsiliasi: Bisakah NU Pulih dari Luka Ini?
Hingga Senin (1/12/2025), ketegangan internal PBNU belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Masing-masing pihak bersikukuh pada keputusannya. Namun, banyak kalangan di luar struktur PBNU—termasuk para kiai, aktivis muda NU, dan cendekiawan—mengkhawatirkan dampak jangka panjang konflik ini terhadap kohesi sosial dan moral organisasi.
NU, yang selama ini dikenal sebagai “benteng moderasi” dan penjaga ukhuwah, kini diuji: apakah mampu menyelesaikan konflik elit tanpa mengorbankan semangat kebersamaan dan nilai-nilai ke-NU-an yang telah diwariskan selama hampir seabad?
Bagi jutaan warga NU di seluruh Nusantara, harapan terbesar bukan pada siapa yang menang atau kalah, tetapi pada bagaimana organisasi ini kembali menjadi rumah yang damai—tempat di mana kepentingan umat selalu di atas ego pribadi.
Update Terbaru
Garmin Luncurkan Gear Tracking untuk Pantau Usia Komponen Sepeda
Kamis / 11-06-2026, 01:52 WIB
Bentley Tarik Delapan Continental GT 2026 karena Driveshaft Salah
Kamis / 11-06-2026, 01:48 WIB
Cara Mengajukan GoPay Pinjam agar Cepat Disetujui, Lengkap dengan Syaratnya
Kamis / 11-06-2026, 01:40 WIB
Samsung Kembangkan Galaxy Tab Active6 dengan Dukungan 5G untuk Pekerja Lapangan
Kamis / 11-06-2026, 01:24 WIB
Nico Paz Kecam Hoaks Cedera Lutut Usai Bela Argentina
Kamis / 11-06-2026, 01:24 WIB
Portugal Bawa Skuad Mentereng ke Piala Dunia 2026, tapi Sorotan Tetap ke Cristiano Ronaldo
Kamis / 11-06-2026, 01:12 WIB
Nomad Luncurkan Aksesori Stellar Orange Sambut Tren iPhone 17 Pro
Kamis / 11-06-2026, 01:09 WIB
Pemilik Properti di Portland Temukan Ribuan Ban Ilegal di Lahan Baru
Kamis / 11-06-2026, 01:06 WIB
Pakistan Tantang Afghanistan di Final Diamond Jubilee Tournament 2026
Kamis / 11-06-2026, 01:06 WIB
Realme P4R 5G Resmi Meluncur dengan Baterai 8.000 mAh dan Sertifikasi Militer
Kamis / 11-06-2026, 01:05 WIB
Pakistan Hadapi Afghanistan pada Final Diamond Jubilee 2026
Kamis / 11-06-2026, 01:04 WIB
Polri Hidupkan Lagi Satgas Anti-Mafia Bola Cegah Judi Online
Kamis / 11-06-2026, 01:04 WIB
Oppo Reno 16 Global Terendus di Geekbench, Bawa Snapdragon 7 Gen 4
Kamis / 11-06-2026, 00:56 WIB
Sean Gelael dan Team WRT 32 Siap Tempur di 24 Hours of Le Mans
Kamis / 11-06-2026, 00:56 WIB






