Penjarahan Massal di Sibolga: Bukan Sekadar Kriminalitas, Tapi Jeritan Kemanusiaan yang Terabaikan

Penjarahan Massal di Sibolga: Bukan Sekadar Kriminalitas, Tapi Jeritan Kemanusiaan yang Terabaikan

Penjarahan-Instagram-

Ia menyarankan agar sistem penanggulangan bencana nasional direformasi secara menyeluruh—mulai dari perencanaan respons cepat, transparansi distribusi, hingga partisipasi masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan. Tanpa itu, kejadian serupa bisa berulang di wilayah lain, terutama di daerah rawan bencana yang infrastrukturnya rentan dan ekonominya lemah.

“Respons bencana yang efektif bukan hanya soal cepat, tapi juga tepat sasaran dan membangun kembali koneksi emosional antara negara dan warga,” imbuhnya.



Menyuarakan Yang Tak Tersuarakan
Di balik gambar-gambar penjarahan yang viral di media sosial, ada cerita-cerita yang jarang diberitakan: seorang ibu yang mencuri beras untuk memberi makan anaknya yang kelaparan, seorang lansia yang berjalan berkilo-kilometer mencari obat, atau keluarga yang tinggal di tenda darurat tanpa akses air bersih selama berminggu-minggu.

Peristiwa Sibolga mengingatkan kita bahwa dalam krisis kemanusiaan, label “kriminal” sering kali terlalu sederhana untuk menjelaskan tindakan kompleks yang dipicu oleh keputusasaan. Sebelum menghukum, masyarakat dan pemerintah perlu bertanya: apa yang membuat mereka terpaksa melakukan ini?

Dan yang lebih penting: bagaimana memastikan bahwa tidak ada lagi warga negara yang harus memilih antara kelaparan dan hukum?


 

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya