Profil Tampang Vara Dwikhandini Sosok Wanita yang 24 Kali Check-In dengan Diplomat Arya Daru, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram
Arya-Instagram-
Profil Tampang Vara Dwikhandini Sosok Wanita yang 24 Kali Check-In dengan Diplomat Arya Daru, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram
Nama Vara Dwikhandini tiba-tiba mencuat ke permukaan dalam sorotan publik nasional, menyusul terungkapnya fakta mengejutkan terkait kematian Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang ditemukan tewas secara misterius di Jakarta pada pertengahan 2025. Wanita yang disebut-sebut sebagai rekan kerja Arya ini kini menjadi pusat perhatian setelah terungkap bahwa ia tercatat 24 kali check-in bersama almarhum di berbagai hotel di Jakarta dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.
Temuan ini bukan sekadar catatan administratif, melainkan potongan kunci yang mungkin bisa menjawab misteri kematian yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Apalagi, jenazah Arya ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan—wajahnya terbungkus plastik dan mulutnya dilakban kuning—menyiratkan kemungkinan kuat adanya tindak pidana pembunuhan.
Fakta Mengejutkan dari Data Hotel dan Platform Online
Pengungkapan soal 24 kali check-in tersebut pertama kali disampaikan oleh Nicholay Aprilindo, kuasa hukum keluarga Arya Daru, dalam konferensi pers di Gedung Polda Metro Jaya, Rabu (26/11/2025). Menurut Nicholay, informasi tersebut didapat oleh penyidik dari hasil pemeriksaan menyeluruh terhadap resepsionis hotel, petugas keamanan, serta data transaksi dari berbagai platform pemesanan akomodasi online.
“Ada sekitar 24 kali lah (check-in),” ungkap Nicholay, menegaskan bahwa pertemuan tersebut terjadi secara berulang sejak awal 2024 hingga Juni 2025—tepat sebelum Arya ditemukan tewas di kamar indekosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025.
Namun, Nicholay dengan tegas menolak memberikan spekulasi soal sifat hubungan di balik puluhan pertemuan tersebut. “Check-in itu dalam rangka apa? Apakah mereka berbuat asusila? Tidak ada bukti. Tidak ada saksi. Atau justru untuk keperluan orang lain? Siapa tahu?” tanyanya retoris.
Kematian Penuh Kejanggalan, Keluarga Desak Penyidikan Resmi
Bagi keluarga Arya, fakta tentang Vara Dwikhandini bukanlah tujuan akhir, melainkan jendela baru untuk mengupas tabir misteri kematian sang diplomat. Mereka justru lebih fokus pada proses kematian yang dinilai sangat mencurigakan. Apalagi, meskipun otopsi awal sempat menyatakan tidak ditemukan unsur pidana, temuan di lapangan—termasuk kondisi jenazah dan pola komunikasi terakhir Arya—membuat publik dan pihak keluarga meragukan kesimpulan tersebut.
“Yang meragukan kami justru proses kematiannya,” tegas Nicholay. “Apakah check-in ini berhubungan langsung dengan kematian? Jika iya, siapa yang terlibat? Apakah ada pihak yang merasa dirugikan hingga nekat menghabisi nyawa almarhum?”
Desakan pun mengalir deras dari pihak keluarga. Mereka meminta Polda Metro Jaya segera menaikkan status kasus dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan formal, sekaligus menggelar gelar perkara guna memperjelas arah penyelidikan.
“Kami minta kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan. Sebelum itu, lakukan gelar perkara terlebih dahulu,” imbuh Nicholay, menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus ini.
Siapa Sebenarnya Vara Dwikhandini?
Meski namanya kini viral di berbagai platform media sosial dan pemberitaan, identitas Vara Dwikhandini masih relatif tertutup bagi publik luas. Yang diketahui hanyalah bahwa ia pernah bekerja di lingkungan Kementerian Luar Negeri dan memiliki hubungan profesional dengan Arya Daru. Namun, intensitas pertemuan mereka—24 kali dalam 18 bulan—menimbulkan pertanyaan besar: apakah ini sekadar kolaborasi kerja, pertemanan dekat, atau hubungan yang lebih personal?
Hingga kini, Vara belum memberikan pernyataan resmi kepada media. Pihak kepolisian juga belum memanggilnya sebagai tersangka—bahkan belum dikonfirmasi apakah ia telah diperiksa sebagai saksi. Namun, fakta-fakta digital yang terungkap dari data hotel dan aplikasi online membuka kemungkinan bahwa perannya dalam kasus ini tidak bisa diabaikan begitu saja.
Tragedi di Menteng: Awal dari Sebuah Skandal?
Penemuan jenazah Arya Daru pada 8 Juli 2025 di kamar indekosnya di Menteng menjadi titik balik yang mengguncang dunia diplomatik Indonesia. Sebagai pegawai Kemlu yang dikenal cakap dan berwibawa, kepergian Arya dalam kondisi tragis memicu gelombang duka sekaligus kecurigaan.
Kondisi jenazah—wajah terbungkus plastik, mulut dilakban, tanpa tanda kekerasan fisik signifikan—memicu teori bahwa Arya mungkin menjadi korban pembunuhan berencana, bukan bunuh diri atau kecelakaan. Belum lagi, tidak ditemukannya catatan atau surat wasiat yang mengindikasikan niat untuk mengakhiri hidup.
Kini, dengan terungkapnya keterlibatan Vara Dwikhandini dalam puluhan pertemuan rahasia, spekulasi semakin liar. Apakah ada kaitan antara hubungan mereka dengan motif pembunuhan? Atau justru Vara sendiri menjadi saksi kunci yang bisa membongkar jaringan di balik tragedi ini?