Fakta Baru Terungkap dalam Kasus Kematian Arya Daru: Keluarga Desak Polisi Perluas Penyidikan, Sebut Indikasi Kekerasan dan Jejak Hotel Bersama Wanita Misterius

Fakta Baru Terungkap dalam Kasus Kematian Arya Daru: Keluarga Desak Polisi Perluas Penyidikan, Sebut Indikasi Kekerasan dan Jejak Hotel Bersama Wanita Misterius

Arya-Instagram-

Fakta Baru Terungkap dalam Kasus Kematian Arya Daru: Keluarga Desak Polisi Perluas Penyidikan, Sebut Indikasi Kekerasan dan Jejak Hotel Bersama Wanita Misterius

Kasus kematian Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kembali mencuat ke permukaan setelah keluarganya mengungkap sejumlah fakta baru yang berpotensi mengubah arah penyelidikan. Dalam audiensi tertutup dengan tim penyelidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, pihak keluarga didampingi kuasa hukumnya, Nicholay Aprilianto, meminta agar polisi segera melakukan penyidikan lanjutan yang lebih komprehensif dan transparan.



Temuan terbaru ini tidak hanya menyoroti aspek forensik yang mengindikasikan adanya kekerasan, tetapi juga mengungkap jejak digital aktivitas privat Arya Daru yang sebelumnya tidak pernah diungkap ke publik—termasuk rekam jejak check-in hotel bersama seorang wanita berinisial “V”.

Jejak Hotel dan Keterlibatan Wanita Misterius
Salah satu poin paling mencolok dari pengungkapan tersebut adalah adanya data check-in hotel sebanyak 24 kali yang dilakukan Arya Daru bersama seorang perempuan yang hanya disebut berinisial “V”. Informasi ini diperoleh penyidik dari tiga sumber kredibel: resepsionis hotel, petugas keamanan, serta pihak penyedia tiket dan akomodasi dari platform daring.

“Yang jelas dikatakan itu bersama seorang wanita berinisial V,” tegas Nicholay saat ditemui usai pertemuan tersebut.


Meski lokasi hotel tidak diungkapkan secara rinci demi menjaga privasi dan integritas proses hukum, keluarga Arya Daru menilai bahwa keberadaan V sangat krusial dalam mengurai misteri di balik kematian sang diplomat. Mereka mendesak penyidik untuk segera memanggil V sebagai saksi kunci.

“Keterangan dari V bisa menjadi kunci utama untuk mengetahui apakah ada kaitan antara aktivitas privat almarhum dengan peristiwa yang menyebabkan kematiannya,” ujar Nicholay.

Namun, permintaan keluarga tak berhenti di situ. Mereka juga meminta polisi memeriksa suami dari V. Alasannya, jika hubungan antara Arya dan V memang terjadi dalam konteks yang rumit atau sensitif, maka suami V mungkin memiliki informasi penting yang belum terungkap.

“Saya sudah sampaikan tadi pada pihak penyelidik: periksa semuanya, termasuk suami V,” tegas Nicholay.

Temuan Forensik RSCM: Luka Akibat Benda Tumpul, Tapi Asalnya Masih Misterius
Selain aspek investigasi digital dan sosial, audiensi tersebut juga mengungkap temuan forensik dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh Arya Daru.

Menurut Nicholay, tim medis forensik menemukan luka akibat benturan benda tumpul di beberapa bagian tubuh korban—termasuk di dada (lebih dari satu titik), pelipis kanan, dan leher. Namun, dokter forensik belum bisa memastikan apakah luka tersebut disebabkan oleh benturan “aktif” (misalnya, seseorang memukul korban dengan benda tumpul) atau “pasif” (misalnya, korban jatuh dan membenturkan tubuhnya sendiri ke dinding atau benda keras lainnya).

“Artinya, benda tumpul itu bisa saja pasif—karena tembok, almarhum membenturkan dirinya sendiri—atau aktif, berupa benda lain yang sengaja dibenturkan kepada tubuh korban,” jelas Nicholay.

Ketidakjelasan asal-usul luka ini menjadi alasan utama keluarga mendesak penyelidikan lebih mendalam. Bagi mereka, setiap detail medis harus ditelusuri secara objektif tanpa prasangka.

Desakan Transparansi dan Independensi Penyidikan
Keluarga Arya Daru juga menekankan pentingnya independensi dalam proses penyelidikan. Nicholay secara gamblang menyatakan bahwa siapa pun yang terlibat—bahkan jika berasal dari institusi sekuat TNI—harus diperiksa tanpa pandang bulu.

“Kalau fakta menunjukkan adanya keterlibatan oknum TNI, ya periksa peristiwanya secara objektif. Dan kalau memang TNI terlibat, libatkan juga Pom TNI,” ucapnya tegas.

Pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran keluarga terhadap kemungkinan adanya upaya menutup-nutupi fakta atau intervensi dari pihak berwenang. Mereka menuntut transparansi penuh demi keadilan bagi almarhum yang selama ini dikenal sebagai sosok profesional dan berdedikasi tinggi di lingkungan Kementerian Luar Negeri.

Komunikasi Terbuka dengan Aparat, Harapan Akan Keadilan
Meski kecewa dengan lambatnya progres kasus sejak pertama kali dilaporkan, keluarga menegaskan bahwa mereka tetap akan bekerja sama penuh dengan aparat kepolisian. Mereka percaya bahwa kebenaran akhirnya akan terungkap jika penyidik berani mengikuti jejak fakta—di mana pun arahnya.

Baca juga: Fajar Alfian Anaknya Siapa? Inilah Biodata Atlit Bulu Tangkis yang Resmi Menikah dengan Firly Assyifa, Bukan Orang Sembarangan?

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya