Siapa Anak dan Istri Akhmad Syukri Nazri Penarik Wali Kota Sibolga yang Selamat Usai Empat Hari Bertahan Hidup di Tengah Banjir dan Longsor
Sibolga-Instagram-
Siapa Anak dan Istri Akhmad Syukri Nazri Penarik Wali Kota Sibolga yang Selamat Usai Empat Hari Bertahan Hidup di Tengah Banjir dan Longsor
Setelah empat hari penuh ketidakpastian dan kecemasan, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Ia berhasil keluar dari kawasan terisolasi akibat bencana banjir dan longsor di pesisir barat Sumatera Utara, setelah berjalan kaki selama empat hari tanpa henti, melewati medan yang nyaris mustahil dilalui.
Kabar hilangnya sang wali kota pertama kali mencuat pada Selasa, 25 November 2025, ketika komunikasi terakhirnya tercatat melalui pesan singkat kepada rekan kerjanya. Dalam pesan itu, Akhmad melaporkan bahwa ia terjebak banjir di wilayah Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah. Setelah itu, tak ada kabar lagi. Sinyal telepon mati, jaringan internet lumpuh, dan akses jalan utama terputus akibat longsor besar.
Pencarian Intensif dan Doa dari Seluruh Masyarakat
Selama tiga hari berikutnya, suasana di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga dipenuhi kecemasan. Tim SAR gabungan, relawan lokal, aparat keamanan, hingga masyarakat umum bergerak mencari keberadaan sang pemimpin. Pencarian dilakukan di sejumlah titik rawan di Tapanuli Tengah, termasuk daerah-daerah yang terisolasi akibat infrastruktur jalan yang rusak berat.
Doa bersama digelar di berbagai masjid dan gereja di Sibolga. Warga berharap sang wali kota—yang dikenal dekat dengan rakyat dan kerap hadir langsung di tengah masyarakat saat terjadi musibah—diberi keselamatan oleh Yang Maha Kuasa.
Perjuangan Empat Hari Melawan Alam Liar
Kabar gembira akhirnya datang pada Jumat, 28 November 2025. Akhmad Syukri muncul di pinggiran kota Sibolga, lelah namun selamat. Ia mengaku telah berjalan kaki selama empat hari penuh, melewati hutan, sungai meluap, dan reruntuhan tanah longsor yang menghalangi jalur utama antara Sibolga dan Tarutung, ibu kota Tapanuli Utara.
Dalam keterangan resminya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengungkapkan rasa kagum terhadap ketangguhan sang wali kota. “Beliau ngomong ke saya jalan kaki empat hari, karena kebetulan beliau terjebak di rute longsoran yang saya katakan antara Sibolga dengan Tarutung, Tapanuli Utara yang sekarang sudah dibuka dan besok sudah ditembus,” ujar Suharyanto dalam siaran pers yang dirilis dari Tapanuli Utara, Jumat (28/11).
Meski tampak lelah dan mengalami dehidrasi ringan, kondisi kesehatan Akhmad Syukri dinyatakan stabil. Ia langsung mendapat penanganan medis dan asupan gizi yang cukup begitu tiba di Sibolga.
Fokus Beralih: Tapanuli Tengah Lebih Parah Dibanding Sibolga
Salah satu poin penting yang diungkapkan Akhmad Syukri dan Suharyanto adalah fakta bahwa dampak bencana di Tapanuli Tengah jauh lebih parah dibanding di Sibolga. Awalnya, beredar kabar bahwa Kota Sibolga mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang. Namun, setelah tim BNPB tiba di lokasi, ternyata wilayah yang paling terdampak adalah kawasan pedesaan di Tapanuli Tengah, terutama di Sitahuis dan sekitarnya.
“Beliau alhamdulillah tidak ada masalah, sehat wal afiat. Besok rencana kami ketemu untuk melihat Sibolga. Kan berita awal Sibolga parah, ternyata setelah kita sampai di sini, Sibolga justru tidak terlalu parah. Justru yang parah Tapanuli Tengah,” tambah Suharyanto.
Simbol Ketangguhan dan Kepemimpinan di Tengah Krisis
Kisah penyelamatan diri Wali Kota Sibolga ini tak hanya menjadi sorotan nasional, tetapi juga menggugah rasa hormat dari berbagai kalangan. Di tengah bencana yang melumpuhkan infrastruktur dan memutus komunikasi, Akhmad Syukri menunjukkan keberanian luar biasa: memilih bertahan hidup dan berjuang sendiri demi kembali ke tugasnya memimpin rakyat.