Netizen Murka: Kerja Keras UMKM Dinilai Sepele

Kemarahan warganet memuncak ketika banyak yang menyadari bahwa pernyataan Endang secara tidak langsung merendahkan kelas pekerja dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
Salah satu komentar yang mewakili perasaan banyak orang datang dari akun @d**hb yang menulis: "TONE DEAF MAKSIMAL. Lu kira orang jualan bakso, orang jualan pecel lele, UMKM yg masak dari jam 1 pagi dan tutup warung jam 11 malem itu mereka ga kerja keras? Mereka ga males, tapi sekuat apapun mereka berusaha ya mentok disitu aja. Gausa sok kaya deh, enak banget menilai manusia cuma dari duit."
 
Komentar ini mendapatkan ribuan likes dan repost, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat menjunjung tinggi etos kerja keras, terlepas dari apa pun hasil finansial yang didapat.
 

Profil Endang Yustika: Dari Pelayan Restoran hingga Pengusaha Fashion

Di balik kontroversinya, siapa sebenarnya Endang Yustika? Endang adalah seorang entrepreneur muda asal Indonesia yang membangun kerajaan bisnis fashion retail-nya, Biu.Costore (BIU.co), sejak masih duduk di bangku kuliah.
 
Berdasarkan penelusuran profil LinkedIn dan media sosialnya, Endang menempuh pendidikan Bachelor's Degree di bidang Marketing Communication di London School of Public Relations Institute of Communication and Business Jakarta (2018-2021).
 
Perjalanan bisnisnya sejatinya cukup inspiratif. Memulai dari kondisi yang sederhana, Endang pernah bekerja paruh waktu sebagai pelayan restoran. Uang yang ia dapatkan dari profesi tersebut ia tabung dan jadikan modal awal. Memasuki semester dua kuliah, ia merintis Biu.Costore yang awalnya berfokus pada penjualan pakaian thrift (bekas berkualitas) yang sedang tren di kalangan anak muda.
 
Kini, portofolio bisnisnya semakin meluas. Selain Biu.Costore, Endang juga tercatat sebagai pemilik atau pengelola dari beberapa brand lain seperti New.u dan Koura Official. Ia sangat aktif mempromosikan produknya melalui Instagram dan TikTok dengan akun @uc.you, yang digunakan sebagai sarana personal branding sekaligus etalase digital.