Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya kegiatan selebrasi yang dilakukan oleh sejumlah drifter dengan melempar kaus ke arah tribun VIP.

Aksi itu memicu penonton bergerak tidak beraturan dan berdesak-desakan demi mendapatkan merchandise.

"Temuan sementara dari penyelidikan, ada kegiatan selebrasi dari pemain atau drifter dengan membagikan dan melemparkan kaus.

Karena lemparannya ke tribun VIP, masyarakat atau pengunjung yang berada di tribun menjadi tidak beraturan," ujarnya.

Akibatnya, terjadi konsentrasi beban yang tidak merata pada tribun. Penonton disebut berpindah-pindah posisi, berdesakan, hingga menyebabkan struktur tribun bergeser dan bergoyang.

"Kemudian beban satu dengan yang lain tidak seimbang. Terjadi desak-desakan, ada pergeseran.

Itu berulang karena pelemparan kaus dilakukan lebih dari satu kali. Karena tribun itu nonpermanen, tentu terjadi pergeseran, goyang-goyang, dan kemudian roboh," katanya.

Petrus menegaskan kesimpulan tersebut masih bersifat sementara karena penyidik masih mendalami seluruh faktor yang berpotensi menyebabkan ambruknya tribun.

>>> 12 Tanda Anak Berbakat Istimewa yang Sering Muncul Sejak Kecil

"Nah tentu ini masih dalam proses pemeriksaan kami sehingga penyebab pastinya masih didalami," ujarnya.