"Perkakas" Maling Profesional Berakhir Hangus

Personel Polsek Baturiti yang mendapat laporan pengeroyokan langsung tancap gas ke lokasi dan tiba sekitar pukul 02.00 Wita. Sayangnya, nyawa KD sudah tidak dapat ditolong. Di samping jasadnya, tergeletak sebuah sepeda motor yang hangus dilahap api, menjadi simbol amuk massa yang tak terbendung.
 
Namun, dari hasil pemeriksaan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan fakta menarik yang mengindikasikan bahwa KD bukanlah pencuri ayam biasa. Petensi mengamankan sejumlah barang bukti yang menyerupai "perkakas" maling profesional.
 
Selanjutnya, seekor ayam aduan yang nyaris berhasil dibawa kabur, satu bilah golok tajam, serta sebuah tas yang berisi peralatan lengkap seperti tang, ketapel, batu, dan sejumlah uang tunai berhasil disita oleh kepolisian. Benda-benda ini memperkuat dugaan bahwa KD telah mempersiapkan aksinya dengan matang, layaknya seorang spesialis pencurian berseri.
 

Olah TKP dan Penyerahan Jenazah

Usai mengamankan lokasi, tim Inafis (Identifikasi) Satreskrim Polres Tabanan langsung melakukan olah TKP dan mengambil sidik jari untuk melengkapi berkas penyelidikan. Jasad KD kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Semara Ratih, Tabanan, untuk menjalani pemeriksaan visum.
 
Meski pelaku tewas akibat amuk massa, polisi tetap memproses kejadian ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku terkait tindakan main hakim sendiri.
 
"Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga pada Jumat sore kemarin untuk dimakamkan secara layak," pungkas Iptu Wiwik menutup keterangannya.