Ikrar Berhenti Menerima Saweran dan Fokus Berkarya

Sebagai seorang Disc Jockey (DJ) dan content creator, profesi Nathalie lekat dengan dunia hiburan malam dan saweran. Namun, memasuki gerbang pernikahan, Ustaz Syam memberikan nasihat khusus agar Nathalie untuk tidak lagi menerima saweran dari orang yang tidak dikenal atau dari lingkungan yang kurang baik.
 
Ustaz Syam pun menuntun Nathalie untuk mengucap janji di hadapan para saksi. "Saya berjanji di hadapan semua orang. Habis ini cuma menerima saweran dari Mas Arif... dan lainnya," canda Nathalie yang langsung disambut tawa.
 
Ia kemudian melanjutkan ikrarnya dengan lebih serius, "Cuma menerima saweran yang halal dari Mas Arif."
 
Merespons janji sang istri, Aripat dengan penuh tanggung jawab menuntun ikrarnya sendiri. "Bismillah, saya berjanji akan memenuhi seluruh kebutuhan istri saya. Sehingga istri saya... terus semangat berkarya," ucap Aripat, yang secara cerdas mengganti kalimat 'nggak perlu DJ' menjadi 'terus semangat berkarya', sebagai bentuk dukungan terhadap passion sang istri di ranah yang lebih positif. Ustaz Syam pun langsung mengamini, mendoakan agar kelak karya-karya Nathalie selalu berada dalam jalur yang halal.

Kewajiban Suami dan Ancaman Neraka

Puncak dari nasihat pernikahan ini terjadi ketika Ustaz Syam menegaskan konsep fiqih mengenai kewajiban nafkah. Ia mengingatkan Aripat bahwa membiarkan istri mencari nafkah di luar kewajiban adalah bentuk ketidakadilan.
 
"Subhanallah, kewajiban memenuhi kebutuhannya bukan kewajiban Nathalie. Kewajiban memenuhi kebutuhan istri ada pada suami. Nathalie, subhanallah kalau Mas Arif suruh kamu kerja (untuk mencari nafkah pokok), itu adalah kedurhakaan seorang suami. Kalau Mas Arif suruh Nathalie cari duit, maka suaminya zalim. Kalau suaminya bersedia cari nafkah halal dan memberikan ke istri, itu sedekah yang indah," pesan Ustaz Syam.
 
Nasihat ini seolah menjadi tamparan keras sekaligus pengingat manis bagi Aripat. Mendengar hal tersebut, Nathalie pun langsung menanggapi dengan ucapan yang sangat menggetarkan hati. Ia menatap Aripat dan mengucapkan janji yang menjadi bukti ketakutannya kepada Tuhan.
 
"Bang Arif, saya kuat tidak makan sehari. Saya kuat tidak hidup hedon. Tapi saya tidak kuat masuk neraka walaupun hanya satu detik," ucap Nathalie dengan suara bergetar.
 
"Bang Arif, saya kuat tahan lapar, tapi saya tidak kuat masuk neraka. Maka berjanjilah hanya menafkahi saya dari yang halal saja," sambungnya, melengkapi ikrar suci mereka.