"Untuk Indonesia paling dampaknya enggak sebesar Amerika," ujarnya.

Saran Investasi dan Kritik Sistem Pajak

Menghadapi potensi ketidakpastian ekonomi tersebut, Yudo mengingatkan masyarakat agar mulai mempersiapkan kondisi keuangan.

Ia menyarankan masyarakat memiliki dana darurat dalam bentuk aset yang dinilai lebih aman saat terjadi gejolak ekonomi, seperti emas, perak, dan obligasi pemerintah.

Selain itu, ia menyarankan masyarakat menghindari ketergantungan pada deposito karena imbal hasilnya dinilai dapat tertinggal dibandingkan laju inflasi.

>>> Huawei dan Apple Tumbuh di Tengah Penurunan Pasar Smartphone China 2% pada Q2 2026

Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan peluang investasi ketika harga aset turun. "Sekarang kalian puas-puasin dulu beli saham di harga murah.

Beli Nvidia," sarannya.

Yudo juga menekankan pentingnya terus memperbarui pengetahuan agar mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi dan teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, Yudo turut menyampaikan pandangannya mengenai pasar aset.

Ia memprediksi harga Bitcoin berpotensi mencetak rekor tertinggi baru pada 2027 dengan mencapai level 130.000 dolar AS.

Sementara untuk pasar saham Indonesia, ia menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada di sekitar titik terendah sehingga menjadi peluang bagi investor untuk mulai melakukan pembelian secara bertahap.

"Bottom sih sekarang dekat-dekat bottom. Jadi sekarang waktunya cicil," kata Yudo.

Selain membahas ekonomi global dan investasi, Yudo juga menyoroti sistem perpajakan Indonesia.

Ia menilai sistem pelaporan pajak mandiri masih memiliki kelemahan karena memberikan ruang bagi wajib pajak untuk menentukan sendiri jumlah yang dilaporkan.

Menurutnya, sistem tersebut berbeda dengan Amerika Serikat yang lebih banyak menggunakan mekanisme pelaporan otomatis berbasis data.

"Menurut gua sistem perpajakan Indonesia itu aneh.

Negara mana yang mau minta pajak ke warganya tapi disuruh mereka yang tentukan sendiri nominal yang mau dibayar?"

kritiknya.

Yudo berharap sistem perpajakan Indonesia dapat bertransformasi menjadi lebih otomatis dalam beberapa tahun ke depan.

>>> Kim Hye Soo Masih Cocok Jadi Influencer di Drakor, Tak Disangka 55 Tahun

"Kita pelan-pelan akan merubah sistem, mungkin dua atau tiga tahun akan ke sana," pungkasnya.