"Kami juga memikirkan kasus Balogun. Kami melihat seorang presiden membanggakan diri karena telah menelepon presiden FIFA untuk membatalkan skorsing seorang pemain."

Menurut Lemos, tindakan tersebut menjadi contoh bagaimana politik ikut masuk ke dalam sepak bola, padahal FIFA selama ini mengklaim ingin menjaga olahraga tetap berada di atas kepentingan lain.

Pernyataannya pun langsung menyebar luas di media sosial. Banyak pengguna internet memuji keberanian Lemos karena berani menyampaikan kritik saat siaran langsung final Piala Dunia.

Namun, tidak sedikit pula yang menilai komentarnya berlebihan.

Sebagian warganet bahkan membalas dengan menyindir Swiss yang juga dinilai memiliki berbagai persoalan domestik sehingga dianggap tidak pantas menghakimi penyelenggara turnamen.

Meski menuai pro dan kontra, monolog David Lemos menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan setelah final Piala Dunia 2026.

>>> Putri Leonor dan Sofia Sambut Lamine Yamal di Istana Pakai Jersey

Bukan hanya karena Spanyol berhasil menjadi juara dunia, tetapi juga karena kritik terbuka terhadap FIFA dan penyelenggaraan turnamen disampaikan tepat di panggung penutupan kompetisi.