Persaingan ini memunculkan kekhawatiran investor terhadap tingginya belanja modal perusahaan teknologi untuk mengembangkan AI, sementara permintaan masih sensitif terhadap harga.

Selain itu, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran mendorong harga minyak dunia melonjak lebih dari 4% pada akhir pekan lalu.

Konflik meluas setelah Iran menyerang Kuwait, Suriah, dan Bahrain, sementara AS membalas dengan serangan ke infrastruktur logistik dan maritim Iran.

Phintraco menulis, kenaikan harga minyak berpotensi memicu inflasi dan memengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral.

Dari agenda global, pelaku pasar mencermati laporan keuangan Alphabet, Intel, Tesla, dan GE Vernova, serta keputusan kebijakan moneter ECB dan data ekonomi Inggris.

Di dalam negeri, investor menantikan hasil RDG Bank Indonesia pada 22 Juli 2026, data pertumbuhan kredit, dan publikasi jumlah uang beredar pada 23 Juli 2026.

Phintraco menilai sentimen domestik mulai membaik, terlihat dari aksi beli bersih investor asing selama dua hari berturut-turut pekan lalu.

Namun, kenaikan harga minyak masih menjadi risiko yang perlu diwaspadai karena berpotensi menekan defisit APBN, inflasi, nilai tukar rupiah, dan prospek suku bunga.

>>> Fajar/Fikri Juara Japan Open 2026, Buah Sinergi BNI dan PBSI

Secara teknikal, Phintraco memperkirakan IHSG berpeluang menguji area 6.225 hingga 6.280 pada pekan ini.