Momen emosional terjadi di konferensi pers usai final Piala Dunia 2026. Pelatih Argentina Lionel Scaloni tak kuasa menahan air mata di hadapan kamera.

Argentina harus merelakan trofi juara setelah dikalahkan Spanyol di Stadion Metlife, Minggu (19/7) malam. Scaloni yang berusia 48 tahun itu tampak berusaha tegar, namun akhirnya pecah.

>>> Tak Cuma Trofi, Spanyol Juga Borong Penghargaan Individu dari FIFA

Suaranya bergetar dan matanya berkaca-kaca saat berbicara. Ia bahkan menyudahi konferensi pers lebih awal dan meminta maaf kepada para jurnalis.

Scaloni Puji Messi dan Akui Beratnya Kekalahan

Sebelum menangis, Scaloni sempat memuji Lionel Messi sebagai pemain terhebat dalam sejarah sepak bola. Ia juga mengaku sudah menangis di ruang ganti.

"Saya sudah menangis sejadi-jadinya di ruang ganti; itulah mengapa saya tidak menangis sekarang," ujarnya di awal sesi. Namun, pertahanan emosionalnya runtuh tak lama kemudian.

Scaloni mengatakan betapa beratnya perjuangan untuk mencapai final lagi. "Banyak hal yang dibutuhkan untuk memulai kembali.

Membentuk kelompok seperti ini lagi..." katanya terbata-bata.

>>> Portronics Pure Sound Pro X2 150W 5.1ch Home Theatre Resmi Diluncurkan

Ia menyebut kehilangan itu menyakitkan jiwa. Para reporter di ruangan memberikan tepuk tangan untuk mendukungnya.

Kontrak Scaloni bersama Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) akan berakhir Desember mendatang. Ia berkomitmen menyelesaikan sisa kontraknya.

Soal langkah setelah Desember, Scaloni belum memberi jawaban pasti. Namun, reputasinya diprediksi akan menarik minat klub-klub elite Eropa dan tim nasional lain.

"Saya hanya bisa bersyukur. Bersyukur kepada tim ini.

>>> Logitech G Resmi Jadi Mitra Peripheral PC Call of Duty: Modern Warfare 4

Saya berharap kita bisa mencapai hal seperti ini lagi," pungkas Scaloni sebelum meninggalkan ruangan.