Tuduhan Berat: SARA, Ancaman Preman, hingga Siram Air

Video viral tersebut tidak hanya menampilkan adu mulut, tetapi juga memuat tuduhan-tuduhan serius yang membuat netizen geram. Dalam rekaman yang diunggah pihak pelanggan, Bu Sintya diduga:
  1. Melontarkan kata-kata kasar berbahasa Bali yang bernada SARA.
  2. Mengancam akan memanggil "tukang pukul" atau preman untuk mengeroyok pelanggan.
  3. Menyiramkan sisa makanan/air kepada pelanggan.
  4. Mengancam menggunakan tongkat.
 
Tuduhan-tuduhan ini tentu sangat berat dan berpotensi melanggar hukum serta etika berbisnis. Namun, benarkah semua tuduhan tersebut terjadi sesuai narasi tunggal dalam video?
 

Klarifikasi Bu Sintya: "Saya Tidak Sadar Direkam"

Menanggapi viralnya video tersebut, Bu Sintya memberikan klarifikasi panjang lebar. Ia mengakui bahwa ada kata-kata kasar yang keluar dari mulutnya, namun ia membantah keras niatan untuk melakukan diskriminasi SARA maupun penganiayaan fisik.
 
"Saking emosinya, saya lagi makan dimarahi, dicaci maki. Kalau tiang nggak diserang duluan, nggak mungkin tiang sampai membalas balik pelanggan seperti itu. Saat memarahi tiang itu, sayangnya nggak sempat terekam kamera," tegas Bu Sintya.
 
Ia merasa dirugikan karena video yang diambil secara diam-diam (hidden camera) hanya menampilkan satu sisi kejadian, yakni saat ia sedang marah, namun menghilangkan konteks provokasi awal yang dialaminya. Bu Sintya juga membantah tuduhan menyiram air sisa makanan.
 
"Saya bilang, kalau saya siram, bajunya pasti basah. Tapi di video, saya dituduh menyiram. Itu fitnah," bantahnya.
 
Mengenai ucapan berbau SARA dan ancaman preman, Bu Sintya menyebut itu murni keluar karena spontanitas dan kekesalan yang memuncak, bukan karena kebencian terhadap suku atau golongan tertentu. "Itu saya ucapkan karena murni kesal, marah. Saya akui salah mengucap itu tapi murni ada penyebabnya," akunya jujur.