Iran dilaporkan meningkatkan tekanan terhadap kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut sehingga volume pengiriman minyak mengalami penurunan.

Sebelum konflik memanas, sekitar 20% pasokan minyak dunia dikirim melalui Selat Hormuz.

Selain itu, Iran disebut mendorong kelompok Houthi untuk mengganggu pelayaran di Laut Merah jika AS menyerang infrastruktur kelistrikannya.

Hal ini dinilai berpotensi memperluas gangguan rantai pasok energi global.

Sebagai langkah mitigasi, Arab Saudi telah mengalihkan lebih dari 70% ekspor minyak mentah hariannya ke Pelabuhan Yanbu di Laut Merah melalui jaringan Pipa Timur-Barat.

Dalam beberapa pekan terakhir, pengiriman minyak dari Yanbu mencapai sekitar 4 juta barel per hari, melonjak dibandingkan sekitar 973 ribu barel per hari pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, ketegangan juga terjadi di kawasan Teluk.

Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan berhasil mencegat serangan rudal Iran pada Jumat dini hari, meski Kementerian Dalam Negeri Qatar melaporkan seorang anak terluka akibat serpihan rudal hasil pencegatan.

Di Eropa Timur, militer Ukraina juga mengklaim telah menyerang sebuah kilang minyak Rusia di wilayah Yaroslavl pada Kamis (16/7).

>>> Sinopsis 12 Strong, Film Chris Hemsworth di Bioskop Trans TV Hari Ini

Serangan tersebut menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.