Viral! Sejumlah Mall Pakuwon Group di Surabaya Tiba-tiba Pasang Pagar Tinggi, Warganet Heboh. Ini Klarifikasi dan Fakta Lengkapnya
Ukuran Teks
Sutandi juga mengungkapkan bahwa Tunjungan Plaza (TP) di area Surabaya Pusat akan menjadi mal berikutnya yang dipasangi pagar. Mengingat lokasinya yang berada tepat di jantung kota, langkah ini diambil sebagai bentuk manajemen keamanan yang lebih rapi.
"Kalau di TP ini memang sekalian kami bangun pagar untuk pengamanan kalau ada aksi di Gedung Negara Grahadi. Daripada pihak keamanan harus bolak-balik menggeret barikade setiap kali ada kegiatan, lebih baik kami sediakan pagar permanen yang tertata," jelasnya secara lugas.
Analogi Sederhana yang Mengena: Pagar Rumah dan Kawasan 600 Hektar
Untuk meluruskan persepsi negatif yang mungkin masih tertinggal, Sutandi menyampaikan analogi yang sangat mudah dicerna oleh masyarakat awam. Ia membandingkan pembangunan pagar mal dengan pagar rumah pribadi.
"Misal netizen punya rumah, terus punya pagar. Fungsinya untuk apa sih? Ya, pasti pertama untuk keamanan, dong. Tapi keamanan dari apa? Kan kita enggak tahu secara spesifik, betul enggak? Itu namanya kewaspadaan standar," ujarnya.
Ia juga menyoroti skala aset yang dikelola oleh perusahaannya sebagai justifikasi logis atas keberadaan pagar tersebut. "Kalau saya punya kawasan seluas 600 hektare, mosok ya saya salah kalau bikin pagar? Kan, gitu loh. Ini adalah standar pengelolaan kawasan terpadu yang profesional," tambahnya sambil tersenyum.
Penutup: Apresiasi atas Perhatian Publik
Di akhir keterangannya, Sutandi menyampaikan apresiasi yang tulus atas tingginya atensi masyarakat terhadap langkah yang diambil oleh Pakuwon Group. Ia memandang kehebohan ini sebagai bentuk kepedulian warganet terhadap lingkungan dan kondisi kota Surabaya.
"Kami dari Pakuwon Group sangat berterima kasih atas perhatian dan atensi dari semua warga, terutama terkait pembangunan pagar yang dilakukan grup kami. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat peduli dengan perkembangan kota kita," pungkasnya.
Dengan klarifikasi ini, diharapkan narasi negatif terkait lesunya ekonomi dapat mereda. Faktanya, langkah strategis Pakuwon Group justru menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga standar keselamatan, meremajakan aset, dan mengoptimalkan operasional di tengah pertumbuhan ekonomi ritel yang positif di Surabaya.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
5 HP 2 Jutaan Terbaik untuk Main FF dan MLBB di 2026
Sabtu / 18-07-2026, 17:14 WIB
Herdman: Timnas Indonesia Makin Solid dan Percaya Diri
Sabtu / 18-07-2026, 17:14 WIB
EA Sports Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Selalu Tepat
Sabtu / 18-07-2026, 17:14 WIB
Pembalut Bekas Perlu Dicuci Dulu atau Langsung Dibuang? Ini Kata Studi
Sabtu / 18-07-2026, 17:09 WIB
Airlangga Hartarto Bertemu Mendag China, Bahas Penguatan Kemitraan Ekonomi
Sabtu / 18-07-2026, 17:09 WIB
Alasan Ruben Onsu Pendam Hinaan Mantan Istri Terungkap, Eks Manajer: Dia Pikir Dia Kuat
Sabtu / 18-07-2026, 17:09 WIB
Konflik AS-Iran Meningkat, Harga Minyak Melonjak 4%
Sabtu / 18-07-2026, 17:08 WIB
Pemegang Saham Setujui Buyback Saham Astra International Rp8 Triliun
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
7 Drama China Terbaru Juli 2026, dari Overdo hingga Love for You
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Sinopsis 12 Strong, Film Chris Hemsworth di Bioskop Trans TV Hari Ini
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Lee Jong Suk Didekati untuk Drama Bareng Park Ji Hyun Usai Putus dari IU
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Inggris Batasi Medsos Anak, IG-TikTok Bakal Diblokir Tengah Malam
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
Chery Perkenalkan Robot AiMOGA di Pabrik Afrika Selatan
Sabtu / 18-07-2026, 17:07 WIB
35 Suporter Argentina Alami Serangan Jantung Selama Piala Dunia 2026
Sabtu / 18-07-2026, 17:04 WIB







