Klarifikasi Tegas Manajemen: Ekonomi Justru Tumbuh Positif

Merespons hiruk-pikuk opini publik, Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, dengan tegas membantah segala tuduhan yang mengaitkan pembangunan pagar dengan isu lesunya ekonomi. Ia menekankan bahwa langkah ini sama sekali bukan bentuk antisipasi terhadap kondisi ekonomi maupun situasi sosial-politik yang memburuk.
 
"Tidak ada antisipasi apapun. Kita yakin Indonesia aman dan sejahtera, gitu kan. NKRI harga mati," tegas Sutandi saat dikonfirmasi awak media, Jumat (17/7/2026), dengan nada yang meyakinkan.
 
Lebih jauh, Sutandi memaparkan fakta yang bertolak belakang dengan rumor yang beredar. Ia mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia, khususnya pada sektor bisnis ritel yang dikelola Pakuwon Group, justru sedang mengalami pertumbuhan yang sangat baik pada semester pertama tahun 2026.
 
"Pakuwon Group ini sedang bagus di semester pertama tahun 2026 ini. Kalau ekonomi tidak baik-baik saja, mana mungkin kami bertumbuh?" ucapnya retoris.
 
Sebagai perusahaan yang berstatus terbuka (Tbk), Pakuwon Group menjunjung tinggi transparansi. Sutandi mengajak publik untuk memeriksa laporan keuangan resmi perusahaan yang dapat diakses secara terbuka. Ia juga menambahkan bahwa tingkat kunjungan dan penjualan di sektor ritel tetap terjaga dengan sangat baik, terutama selama masa libur sekolah dua pekan terakhir yang традиционно menjadi momen emas bagi industri pusat perbelanjaan.
 

Bedah Alasan Per Mal: Keamanan, Peremajaan, dan Efisiensi

Lantas, apa alasan sebenarnya di balik pembangunan pagar yang terlihat masif ini? Sutandi menjelaskan bahwa setiap lokasi memiliki latar belakang dan kebutuhan yang berbeda, namun bermuara pada satu tujuan utama: keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
 
  1. Pakuwon Mall (Surabaya Barat): Pemasangan pagar di lokasi ini didorong oleh faktor keselamatan lalu lintas. Pasca-selesainya pembangunan jalan raya baru atau Radial Road, area sekitar mal menjadi lebih rawan bagi pejalan kaki. Pagar ini berfungsi sebagai pembatas fisik untuk mengantisipasi potensi kecelakaan antara pengunjung yang berjalan kaki dengan kendaraan yang melaju di jalan raya.
  2. Royal Plaza (Surabaya Selatan): Alasan di sini murni bersifat peremajaan infrastruktur. Pagar lama yang telah berdiri hampir 10 tahun dinilai sudah mulai keropos dan tidak lagi memenuhi standar keamanan. Penggantian dengan bahan yang lebih kokoh adalah langkah preventif yang wajar.
  3. Pakuwon City Mall (Surabaya Timur): Pembangunan di lokasi ini dilakukan secara bersamaan dengan lokasi lainnya demi efisiensi waktu dan sumber daya, mengikuti jadwal pemeliharaan aset yang telah direncanakan.