Ia menambahkan, percepatan Program Listrik Desa tidak hanya bertujuan menghadirkan akses energi, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sherly, hadirnya listrik akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat, mulai dari mendukung kegiatan belajar anak-anak, meningkatkan layanan kesehatan, hingga mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa.

"Bagi kami, listrik bukan sekadar membuat lampu menyala.

Listrik membuka ruang belajar bagi anak-anak, menghidupkan UMKM, menggerakkan ekonomi desa, meningkatkan layanan kesehatan, dan menghadirkan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat," ujarnya.

Sherly berharap 43 desa yang hingga kini belum menikmati listrik dapat segera teraliri listrik sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Ia juga menyebut perekonomian Maluku Utara terus menunjukkan pertumbuhan.

>>> Komponen BYD Tang Terlepas Saat Terjang Banjir, Ini Klarifikasi Pabrikan

Sepanjang 2025, ekonomi provinsi tersebut tumbuh 34,17 persen secara tahunan (year-on-year) dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp133.620,3 miliar.