Rabi Israel di Inggris, Sir Ephraim Mirvis, menyerukan untuk menggeruduk dan mencegah salah satu gereja di Inggris yang membuka diskusi soal genosida terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Mirvis memperingatkan Sinode Umum Gereja Inggris bahwa mereka berisiko merusak hubungan Kristen-Yahudi jika melanjutkan mosi terkait dokumen "A Moment of Truth: Faith in a Time of Genocide" atau Kairos II.

>>> Herdman Fokus pada Fisik Pemain di TC Timnas Indonesia Bali

Sinode Umum, badan legislatif Gereja, dijadwalkan mempertimbangkan mosi tersebut pada pertemuan tahunannya di York.

Mosi itu tidak meminta Gereja mendukung dokumen, melainkan menerima dan terlibat dengannya sebagai bagian dari pemahaman pengalaman Kristen Palestina di tengah genosida Israel di Gaza.

Kairos II diterbitkan oleh Kairos Palestine, Inisiatif Kristen Palestina pada 14 November 2025.

Dokumen tersebut menyatakan bahwa umat Kristen Palestina berkumpul "setelah berdoa dan merenungkan penderitaan rakyat kami di bawah pendudukan."

"Kita hidup sekarang di masa genosida, pembersihan etnis, dan pengusiran paksa yang terjadi di depan mata dunia," demikian pernyataan mereka.

>>> Video Baru: Mitch McConnell Dievakuasi dengan Stretcher ke Ambulans

Mirvis menyebut Kairos II sebagai ancaman dan "sangat mengkhawatirkan."

Ia menilai dokumen itu mereduksi realitas politik dan sejarah yang kompleks menjadi "narasi sepihak", meremehkan pengalaman sejarah Yahudi dan menyajikan "aktivisme politik yang berkedok teologi."

Dokumen tersebut menggambarkan Israel sebagai "entitas kolonial, pemukim, dan eksklusif" dan mengatakan bahwa warga Palestina adalah "penduduk asli tanah ini."

Dokumen itu menyerukan gereja-gereja "untuk membedakan antara dialog dengan orang Yahudi dan dialog dengan Zionisme."

>>> Intip Menu TC Timnas Indonesia di Bali: Genjot Fisik hingga Asah Lini Depan

Dokumen itu juga mengatakan "Perang genosida di Gaza adalah kelanjutan dari proyek Zionis untuk merebut seluruh Palestina, yang telah dikosongkan dari rakyat Palestina."