Selain mempersiapkan siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri, sekolah ini menekankan pengembangan future skills yang dibutuhkan di era digital.

Founder AGS sekaligus CEO Schoters, Radyum Ikono, mengatakan bahwa alasan orang tua memilih pendidikan berstandar internasional tidak hanya berkaitan dengan kualitas akademik.

"Motivasi utama orang tua yang ingin anaknya kuliah ke luar negeri adalah kualitas dan reputasi pendidikannya.

Begitu juga dengan peluang karier global yang lebih besar, baik di perusahaan kelas dunia atau membangun startup mereka sendiri.

Namun, yang tidak kalah penting adalah global exposure serta pengalaman yang membentuk kemandirian, kecakapan beradaptasi, dan cara berpikir yang luas agar menjadi global citizen yang kompetitif," ujar Radyum.

Melalui sistem pembelajaran bertahap, siswa tidak hanya memperkuat fondasi akademik, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis, fokus mencari solusi, serta berani mengeksplorasi minat dan bakat melalui proyek, kompetisi, hingga pengalaman belajar berstandar internasional.

Memasuki jenjang yang lebih tinggi, siswa juga memperoleh persiapan sertifikasi internasional dan pendampingan dalam merancang studi lanjut sesuai cita-cita mereka.

Menurut Radyum, prestasi menjadi salah satu indikator penting karena menunjukkan bahwa siswa mampu menerapkan pengetahuan menjadi solusi nyata.

"Kurikulum yang kami terapkan mendorong siswa untuk mengembangkan prestasi sesuai potensinya, dengan mengikuti lomba yang sesuai dengan talenta serta interest.

>>> 8 Gaya Serba Hitam Paula Verhoeven hingga Natasha Rizky, Siapa Paling Stylish?

Karena, prestasi adalah salah satu indikator bahwa siswa mampu menerapkan pengetahuan mereka menjadi solusi nyata, melalui inisiatif dan kemampuan memecahkan masalah," jelasnya.