Anak juga perlu memiliki empat pola pikir krusial, yaitu rasa ingin tahu, inisiatif, resiliensi, dan kemampuan beradaptasi. Gabungan elemen ini penting selama pendidikan formal hingga dunia kerja.

Menanamkan rasa cinta belajar berarti kurikulum tidak boleh hanya fokus pada hasil akademis. Anak-anak membutuhkan metodologi seperti project-based learning, experiential learning, dan inquiry-based learning.

Pembelajaran idealnya mencakup perkembangan kognitif, karakter, dan komunikasi, serta berani mengintegrasikan AI sebagai bagian dari eksplorasi.

Menjawab urgensi ini, program Genstarkids hadir sebagai wadah untuk menumbuhkan kecintaan belajar pada anak usia 2,5 hingga 12 tahun.

Program ini baru diluncurkan bersamaan dengan pembukaan center ke-12 Gentem di Living World Kota Wisata, Cibubur.

Kish Gill, CEO & Founder Gentem Lifelong Learning Group, menyampaikan bahwa setiap brand yang mereka bangun berangkat dari nilai bahwa pembelajaran tidak pernah berhenti.

Genstarkids bertujuan membantu anak mencintai proses belajar, sehingga rasa ingin tahu dan kreativitas tumbuh secara natural.

Pendekatan ini didukung oleh Pritta Tyas, Founder Sekolah Bumi Nusantara Montessori. Ia menilai Genstarkids dibangun di sekitar anak, bukan sekadar hasil.

>>> IHSG Dibuka Merah ke Level 5.842, Terbebani Sentimen Watchlist S&P Dow Jones

Komunikasi, karakter, dan pertumbuhan kognitif adalah fondasi yang tepat bagi generasi mendatang.