Angkatan Udara Amerika Serikat menahan seorang perwira aktif setelah ia ditangkap oleh Polisi Capitol pada Rabu (19/3) karena menyerukan pemakzulan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance dalam sebuah protes di Washington.

Mayor Jason Watson ditahan di tangga Capitol saat konferensi pers yang digelar oleh Removal Coalition, sebuah kelompok aktivis akar rumput.

>>> Polisi Duga Penyekapan 3 Staf Percetakan di Jakpus Bukan Pertama Kali

Anggota DPR Al Green, yang telah mengajukan pasal pemakzulan terhadap Trump setidaknya enam kali, juga hadir dalam acara tersebut.

Dalam aksinya, Mayor Watson mengenakan seragam militer, membawa tanda anti-pemerintahan, dan merilis video daring yang menuduh pemerintahan Trump melakukan pelanggaran konstitusi, termasuk melibatkan militer dalam konflik tanpa persetujuan Kongres.

"Kongres masih belum yakin akan urgensi dan perlunya mereka menghormati sumpah jabatan," kata Mayor Watson, yang menegaskan dirinya bukan anggota Partai Demokrat.

Ia juga mengkritik kebijakan imigrasi Trump serta tindakan diplomatik dan militer terhadap Venezuela dan Iran.

>>> Israel Tarik Brigade Givati dari Lebanon Selatan Setelah Delapan Bulan

"Kita harus meyakinkan mereka dengan perlawanan sipil kita yang tak kenal lelah dan tanpa kompromi," ujarnya.

Watson mengakhiri pidatonya dengan mendesak masyarakat untuk menggunakan hak Amandemen Pertama secara damai sebelum petugas hukum membawanya ke tahanan.

Angkatan Udara AS telah meluncurkan penyelidikan resmi atas insiden tersebut. Mereka menekankan bahwa lembaga tersebut menangani dugaan pelanggaran dengan serius untuk menjaga status nonpartisan militer.

Peraturan militer secara ketat membatasi aksi politik oleh personel berseragam.

>>> Babak I Indonesia vs Malaysia U-17 Imbang Tanpa Gol, Satu Tembakan Kena Tiang

Pasal 88 Kitab Undang-Undang Hukum Militer secara eksplisit melarang perwira menggunakan kata-kata penghinaan terhadap presiden atau wakil presiden.