Lemak yang menumpuk di perut tidak hanya soal penampilan, tetapi juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, stroke, perlemakan hati, dan penyakit jantung.

Mengatasi perut buncit tidak cukup hanya dengan olahraga. Pola makan dan gaya hidup juga perlu diperbaiki.

>>> 6 Shio Berpotensi Raih Keberuntungan dan Kesuksesan pada 5 Juli 2026

Kebiasaan yang Memicu Lemak Visceral

Menurut EatingWell, beberapa kebiasaan sehari-hari tanpa disadari menjadi penyebab penumpukan lemak visceral, yaitu lemak yang mengelilingi organ dalam di perut.

Kebiasaan tersebut antara lain kurang olahraga, terlalu sering mengonsumsi makanan ultraolahan, kurang tidur, dan stres kronis.

Ahli gizi Katherine Brooking mengatakan kurang aktivitas fisik menurunkan pengeluaran energi dan sensitivitas insulin.

"Ketika otot tidak aktif, tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak secara visceral daripada subkutan," ujarnya.

Makanan ultraolahan tinggi gula tambahan, karbohidrat olahan, dan lemak jenuh mempermudah tubuh menyimpan kelebihan kalori sebagai lemak visceral.

Kurang tidur mengganggu hormon pengatur rasa lapar leptin dan ghrelin, serta meningkatkan hormon stres kortisol yang mendorong penumpukan lemak perut.

Dokter Nesochi Okeke-Igbokwe menambahkan stres kronis memicu pelepasan kortisol terus-menerus, meningkatkan nafsu makan, dan mengubah cara tubuh menyimpan energi menjadi lemak.

Sayuran Hijau Pembakar Lemak

Memperbanyak konsumsi sayuran hijau dapat membantu program penurunan berat badan. Sayuran hijau rendah kalori, kaya serat dan air, sehingga memberi rasa kenyang lebih lama.

Berikut tiga sayuran yang direkomendasikan:

>>> Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

1. Bayam

Bayam mengandung serat, vitamin, antioksidan, dan asam lemak esensial yang mendukung pembakaran lemak.

Ahli gizi Trista Best mengatakan sayuran berdaun hijau gelap seperti bayam mengandung asam lemak omega-3 nabati dan fitonutrien sebagai antioksidan.