Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengancam akan membubarkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Ancaman itu bukan sekadar gertakan, melainkan sudah dibahas dalam rapat kabinet. Purbaya mengaku justru ia yang melobi presiden untuk menunda eksekusi pembubaran tersebut.

>>> Rela Terbang ke Jakarta, Jastiper Luar Kota Raup Rp 200 Juta di JXB 2026

Dalam podcast bersama Deni Sumargo yang tayang Kamis (2/7/2026), Purbaya menceritakan bahwa ia meminta waktu satu tahun untuk memperbaiki kinerja Bea Cukai.

“Saya baru rapat delapan bulan, tapi sudah membaik sedikit, karena ancaman presiden jelas.

Kalau dalam waktu setahun enggak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarin, diganti sama SGS,” ujar Purbaya.

>>> Oppo Bubble Jadi Layar Mini Buat Selfie, Harga Rp1,4 Juta

SGS adalah Société Générale de Surveillance, perusahaan surveyor internasional asal Swiss. Jika Bea Cukai dibubarkan, pengawasan dan pelayanan kepabeanan akan diserahkan kepada pihak ketiga tersebut.

Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembersihan besar-besaran di lingkungan Kementerian Keuangan. Langkah drastis ini diambil untuk membenahi sistem yang dinilai tidak efisien dan rentan koruptif.

>>> Kumpulan Nama Bayi Laki-Laki dari A sampai Z Lengkap dengan Artinya

Ia mengakui ada ketegangan antara dirinya dan Bea Cukai. Namun, ia membuka fakta bahwa ide pembubaran justru datang dari Presiden Prabowo.