Sony Batal Rilis PS1 Baterai di Dalam DualShock karena Sengketa Royalti
Sony pernah memiliki rencana untuk merilis konsol PlayStation 1 bertenaga baterai yang dimasukkan ke dalam bodi DualShock. Perangkat plug-and-play ini dirancang khusus untuk pasar Brasil.
Prototipe yang dijuluki PlayStation PUGA itu dipamerkan dalam ceramah pengembang legendaris Brian 'Biscuit' Watson di museum The Retro Collective, Chalford, Inggris.
>>> Cyberpunk 2077 Tembus 40 Juta Kopi Terjual, Developer Ucapkan Terima Kasih
Watson mengungkapkan bahwa proyek tersebut batal karena masalah lisensi.
Target Pasar Brasil
Menurut Watson, PUGA dibuat untuk Brasil karena negara itu memiliki pembatasan impor yang ketat. Dengan memproduksi perangkat di dalam negeri, Sony bisa menghindari regulasi tersebut.
Strategi serupa pernah dilakukan Sega yang bekerja sama dengan Samsung untuk memproduksi Mega Drive dan Master System di Korea Selatan akibat larangan impor dari Jepang.
PUGA menggunakan chip TI-OMAP 3530 dengan CPU ARM, mirip dengan chipset MediaTek MT8167A pada PlayStation Classic. Perangkat ini juga memiliki slot kartu memori dan kabel video komposit.
Daya berasal dari empat baterai AA yang mampu bertahan hingga 20 jam.
>>> Review Scuf Omega: Nyaman Digenggam, Tapi Tombol Sampingnya Kurang Memuaskan
Sayangnya, prototipe yang dimiliki Watson sudah tidak berfungsi karena kehilangan perangkat lunak untuk keluar dari mode debug.
Sengketa Royalti Internal
Watson mengungkapkan bahwa proyek ini batal karena divisi lisensi Sony tidak bisa menyepakati persyaratan royalti untuk setiap game.
Bahkan untuk judul milik Sony sendiri, negosiasi dengan unit terpisah selalu alot.
Dengan harga jual yang murah, royalti hanya sekitar 10 sen per unit. Namun, perselisihan internal cukup untuk menghentikan pengembangan.
"Saya hampir keluar dari Sony karena proyek ini," ujar Watson.
>>> Ayam Panggang Sam's Club Kalahkan Costco dalam Uji Consumer Reports
Meski batal, perangkat lunak PUGA kemudian digunakan pada Sony Xperia Play. Watson juga menyebut bahwa proyek ini adalah yang pertama kali ia kerjakan dan dibatalkan.
Update Terbaru
Hasil Piala Dunia: Mesir Unggul atas Australia di Babak Pertama
Sabtu / 04-07-2026, 02:56 WIB
Slow Burn Relationship: Hubungan Pelan-pelan yang Justru Bikin Awet
Sabtu / 04-07-2026, 02:56 WIB
Portugal vs Spanyol: Lamine Yamal Hormati Ronaldo tapi Tak Gentar
Sabtu / 04-07-2026, 02:56 WIB
Gol Bunuh Diri Mohamed Hany Bikin Australia vs Mesir Imbang 1-1
Sabtu / 04-07-2026, 02:53 WIB
Flyover Latumenten Jakarta Barat Disebut Bisa Kurangi Macet 40 Persen
Sabtu / 04-07-2026, 02:53 WIB
Ange Postecoglou Resmi Latih Al Nassr, Tangani Ronaldo Cs
Sabtu / 04-07-2026, 02:53 WIB
Sarwendah Siap Tempuh Jalur Hukum Hadapi Gugatan Hak Asuh Ruben Onsu
Sabtu / 04-07-2026, 02:42 WIB
Kuasa Hukum dr. Tifa: Berkas Dakwaan Belum Kami Terima
Sabtu / 04-07-2026, 02:42 WIB
Rekor Dunia Super Mario 64 16 Star Dipecahkan Lagi oleh Suigi Setelah 3 Tahun
Sabtu / 04-07-2026, 02:14 WIB
Buru Diskon PS5 Fisik 4 Juli Sebelum Sony Tinggalkan Media Fisik
Sabtu / 04-07-2026, 02:14 WIB
AnimEigo Umumkan Rilis Blu-ray untuk Sakon the Ventriloquist, Moshidora, AD Police Files, dan Lainnya
Sabtu / 04-07-2026, 02:14 WIB
Danganronpa 2x2 Resmi Tunda ke Awal 2027, Rilis Skenario Baru 'Slayhem'
Sabtu / 04-07-2026, 02:14 WIB
Washington Wizards Dapatkan Deandre Ayton dari Los Angeles Lakers
Sabtu / 04-07-2026, 02:11 WIB
Kasus Pembunuhan Jaswant Singh Khalra 1995 Kembali Disorot
Sabtu / 04-07-2026, 02:11 WIB






