Sony berencana menghentikan produksi cakram fisik untuk game PlayStation baru mulai 2026. Keputusan kontroversial ini disebut bisa memengaruhi langkah Xbox dan Nintendo ke depannya.

Mantan kepala Worldwide Studios PlayStation, Shawn Layden, menanggapi langkah tersebut dalam wawancara dengan Eurogamer. Ia menyebut keputusan itu sebagai langkah dramatis yang akan berdampak luas.

>>> Pabrik Disc Sony Beralih Produksi Microlenses Usai Hentikan Disc PlayStation

"Tentu ini adalah industri di mana jika satu perusahaan, terutama pemimpin industri, membuat keputusan sebesar ini, itu akan sangat memengaruhi apa yang dilakukan perusahaan lain," ujar Layden.

Nintendo Switch 2 masih mendukung kartrid fisik meski ada beberapa rilis Game-Key Card. Kemungkinan Nintendo benar-benar meninggalkan game fisik dalam waktu dekat masih kecil.

Sementara itu, Xbox tengah mengembangkan konsol generasi berikutnya bernama Project Helix yang juga bisa memainkan game PC. Belum ada kepastian apakah konsol tersebut akan memiliki pemutar cakram.

>>> Anime Expo 2026: Yoko Kanno Bicara Perjalanan dan Musik

Layden mengaku setiap tahun selama 20 tahun terakhir ia ditanya soal penghentian rilis fisik. Namun, ia selalu ragu sampai yakin infrastruktur broadband global cukup mendukung unduhan digital.

Keputusan Sony menuai kritik dari pengembang dan penerbit. Mereka khawatir soal preservasi game dan hak konsumen.

>>> Ford Rekrut Kembali 350 Insinyur Senior Setelah AI Gagal Jaga Kualitas

Data menunjukkan pengeluaran untuk game fisik di AS justru naik menjadi sekitar $1,6 miliar dalam setahun terakhir.