Drone telah menjadi salah satu masalah keamanan paling rumit di medan perang modern.

Harganya murah, ukurannya kecil, dan sulit dideteksi, namun satu serangan saja bisa mengancam pesawat, peralatan listrik, atau layanan dasar kota.

>>> Biohacker Gagal Operasi Lobster untuk Kendalikan AI, Akhirnya Mati

Kini perusahaan Ceko Neuron Soundware menawarkan solusi yang dimulai dari sesuatu yang lebih sederhana daripada radar: mendengarkan.

Sound Shield adalah sistem akustik pasif yang menggunakan AI dan unit mikrofon kecil untuk mengenali drone dari suara mesinnya.

Tujuannya bukan menggantikan radar pertahanan udara, melainkan menambah lapisan peringatan dini berdaya rendah di sekitar gardu listrik, kawasan industri, fasilitas tenaga surya, dan infrastruktur kritis lainnya.

Masalah Drone yang Semakin Murah

Perang di Ukraina menunjukkan bahwa drone kecil bisa menimbulkan kerusakan jauh melampaui harganya. Pertahanan tradisional tidak selalu dirancang untuk menghadapi kawanan drone yang terbang rendah.

Contoh nyata terjadi saat Operasi Spiderweb Ukraina pada Juni 2025. Pejabat Ukraina mengatakan 117 drone digunakan untuk menyerang pangkalan udara Rusia.

Reuters kemudian melaporkan perkiraan AS bahwa sekitar 20 pesawat terkena serangan dan sekitar 10 hancur.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) memperkirakan kerugian mencapai $7 miliar, meski angka itu masih diperdebatkan dan sulit diverifikasi secara independen.

Cara Kerja Sound Shield

Sound Shield dibangun dari unit kecil bernama nEdge Mini.

Sensor berbasis mikrofon ini mendengarkan tanda tangan akustik drone, lalu mengirim data ke pusat komputasi nEdge Pro yang menggunakan AI untuk mengklasifikasikan suara, memperkirakan pergerakan drone, dan mengirim peringatan ke platform pusat.

Harganya menjadi daya tarik utama.

Neuron Soundware menyebut biaya produksi setiap nEdge Mini sekitar $115 hingga $170, dengan konsumsi daya hanya sekitar satu watt.