Pernahkah Anda tergoda membeli parfum karena aromanya begitu memikat saat dicoba di toko, namun kecewa setelah memakainya di rumah?

Fenomena ini ternyata wajar dan dipengaruhi sejumlah faktor.

>>> Rayhan Hannan Tak Takut Gempuran Pemain Keturunan, Siap Rebut Kepercayaan Shin Tae-yong di Persija

Jason Lee, pendiri Scent by Six, menjelaskan bahwa parfum bukanlah benda statis. "Parfum itu hidup, bukan formula tetap.

Cairan yang sama dapat bereaksi berbeda dari meja ke kulit," ujarnya seperti dikutip dari CNA.

Penyebab Aroma Parfum Berubah

Berikut enam alasan mengapa aroma parfum bisa berbeda setelah dibeli.

1. Tes aroma kurang cermat.

Kebanyakan orang hanya menyemprot parfum ke kertas uji.

Cara ini praktis, tetapi tidak menunjukkan potensi penuh parfum karena aroma baru tercium sempurna saat berinteraksi dengan kulit.

Sebaiknya semprotkan parfum di titik nadi seperti pergelangan tangan atau siku, lalu biarkan meresap selama 30 menit.

"Suatu aroma berkembang dalam beberapa bab, layaknya cerita yang bagus," kata Lee.

2. Tester menua.

Botol tester di toko mungkin sudah terpapar udara berbulan-bulan. Setiap semprotan memasukkan oksigen yang mengoksidasi cairan, mengubah profil aroma secara halus.

>>> Kiper Paraguay Jual Jersey Demi Biaya Obat Anak, Ingin Kalahkan Prancis untuk Kembalikan Baju

Oksidasi sering melembutkan top notes dan memperkuat base notes.

3. Iklim.

Panas dan kelembapan meningkatkan penguapan molekul wewangian, membuat aroma lebih kuat. Sebaliknya, udara dingin mengurangi intensitas.

Suasana toko ber-AC jelas berbeda dengan ruangan panas atau jalanan lembap.

4. Cara penyimpanan kurang tepat.

Parfum sebaiknya disimpan di laci, kotak tertutup, tempat gelap, dan bukan di ambang jendela. Penyimpanan yang salah dapat mengubah aroma.

5. Kualitas produksi berbeda.

Parfum dengan bahan alami seperti mawar, melati, atau cendana bisa bervariasi dari satu panen ke panen lain. Meski produsen menjaga konsistensi, variasi antar batch tetap mungkin terjadi.

6. Kimia kulit berubah.

>>> Bobby Nasution Kelakar Soal 'Ondim' Singkatan Ongkos di Muka Sebelum Bupati Langkat Di-OTT KPK

Aroma parfum dipengaruhi kadar minyak kulit, hormon, stres, obat-obatan, dan diet. "Kimia kulit berubah seiring usia, musim, dan stres, jadi aroma khas pun dapat tumbuh bersamamu," ujar Lee.