Penjaga gawang utama Timnas Paraguay, Orlando Gill, membawa misi personal saat bersiap menghadapi Prancis pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Selain ingin membawa negaranya ke perempat final, Gill berharap bisa mendapatkan kembali jersey masa mudanya yang terpaksa dijual demi biaya pengobatan putranya.

>>> Bobby Nasution Kelakar Soal 'Ondim' Singkatan Ongkos di Muka Sebelum Bupati Langkat Di-OTT KPK

Kisah perjuangan Gill terungkap setelah ia menjadi pahlawan saat Paraguay menyingkirkan Jerman melalui adu penalti.

Istrinya, Melissa Avalos, mengungkap bahwa Gill pernah berada di titik terendah ekonomi ketika putra mereka yang baru lahir mengalami masalah kesehatan serius.

Demi biaya perawatan, pria 26 tahun itu menjual seluruh perlengkapan olahraganya, termasuk jersey kebanggaannya saat membela Timnas Paraguay U-20.

Pengorbanan Seorang Ayah

"Putra kami berjuang untuk hidupnya, dan ayahnya selalu berada di sisinya," tulis Melissa di Instagram.

Ia menceritakan bahwa Gill tidak bisa menyimpan kenang-kenangan apa pun dari masa awal kariernya karena semuanya dijual.

"Dia menjual segalanya, jersey tim nasional U-20 miliknya yang bahkan tidak bisa dia simpan sebagai suvenir, serta pakaian dan sepatu bolanya," tambah Melissa.

>>> IHSG Ditutup Menguat ke 5.875, 494 Saham Hijau

Perjalanan karier Gill juga tidak mudah. Ia sempat gagal menembus skuad utama San Lorenzo sebelum merantau ke klub Argentina pada 2024.

Kesempatan datang ketika kiper utama Facundo Altamirano cedera dan klub gagal mendatangkan nama besar seperti Keylor Navas.

Tiket Memulangkan Jersey Bersejarah

Catatan sembilan clean sheet di Liga Argentina mengantarkan Gill dipanggil ke Timnas Paraguay hingga menjadi kiper utama pilihan Gustavo Alfaro.

Setelah menggagalkan penalti Kai Havertz dan Nick Woltemade saat menyingkirkan Jerman, keberadaan jersey lamanya terungkap.

Jersey itu dibeli teman dekatnya, Pedro Suarez, seharga 200.000 Guarani atau sekitar 32,90 dolar AS.

>>> Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi Penguatan Kota

Suarez bersedia mengembalikan jersey tersebut dengan syarat Gill harus mengalahkan Prancis.