Penggunaan clay mask telah menjadi ritual rutin bagi banyak orang, terutama yang memiliki kulit berminyak dan berjerawat.

Namun, alih-alih mendapatkan wajah bersih, tak sedikit yang justru merasakan kulit sangat kering, mengelupas, hingga terasa tertarik.

>>> Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki Bermakna Pemimpin yang Bijaksana

Dokter estetika dr. Yessica Tania, atau akrab disapa dr. Zie, mengungkapkan bahwa membiarkan clay mask terlalu lama di wajah adalah kesalahan besar.

"Justru ini kesalahan terbesar yang pernah kamu lakukan untuk kulitmu. Pakai clay mask tidak boleh sampai benar-benar kering banget dan ketarik," ujarnya dalam konten TikTok.

Banyak orang beranggapan semakin kering masker, semakin banyak kotoran dan minyak yang terangkat.

Padahal, menurut dr. Zie, kondisi masker yang terlalu kering justru merugikan kulit karena akan menyerap semua kelembapan alami.

Ia menekankan fungsi utama clay mask bukan mengeringkan wajah, melainkan memberi kesempatan bahan aktif bekerja di pori-pori. Lantas, berapa lama waktu ideal mendiamkan clay mask?

Durasi Ideal dan Tips Pakai Clay Mask

Dr. Zie menyarankan membaca instruksi pada kemasan produk karena setiap merek memiliki formulasi berbeda.

>>> Kini Bungkam, Dulu Sarwendah Bilang Begini soal Isu Pesugihan Gunung Kawi

Secara pribadi, ia menggunakan clay mask selama 5-7 menit, maksimal 8 menit, dan hingga 10 menit jika produk memperbolehkan.

Berikut panduan praktis menggunakan clay mask dari dr. Zie agar kulit tetap sehat:

Pertama, gunakan di area tertentu. Fokuskan aplikasi pada area berminyak seperti T-zone.

Kedua, jangan terlalu lama. Cukup diamkan 5-7 menit, jangan tunggu hingga masker pecah-pecah atau kulit terasa tertarik.

Ketiga, bilas dengan bersih menggunakan air. Keempat, lanjutkan dengan hydrating toner dan pelembap untuk mengembalikan hidrasi kulit.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000, Jadi Rp2.640.000 per Gram

Dengan mengikuti langkah yang benar, kulit akan tetap bersih dari pori-pori tersumbat tanpa mengorbankan kelembapan alaminya.