Direktur desain Obsidian Entertainment, Josh Sawyer, berpendapat bahwa pilihan dalam RPG paling menarik ketika tidak sekadar baik versus jahat.

Ia mencontohkan drama Yunani kuno sebagai sumber inspirasi.

>>> Sutradara Resident Evil: Memasukkan Karakter Legendaris Terasa Tidak Alami

Dalam video YouTube terbaru, Sawyer mengaku banyak belajar dari teater. Sebelum beralih ke sejarah, ia sempat kuliah di jurusan teater.

Latar belakang itu tercermin dalam game yang ia sutradarai, seperti Pentiment dan Fallout: New Vegas. "Kedengarannya klise, tapi saya sering memikirkan drama Yunani," ujarnya.

Ia merujuk pada Antigone dan The Oresteia.

"Dalam drama itu, karakter dihadapkan pada keputusan moral yang sangat sulit, tidak pernah murni baik atau buruk," jelas Sawyer.

Sawyer tidak bermaksud membuat setiap pilihan pemain terasa menyiksa. Namun, ia percaya pilihan yang membuat pemain berpikir lebih berharga, meskipun menimbulkan perasaan tidak nyaman.

>>> Gugatan: Pria Bipolar Bunuh Diri Gagal Setelah ChatGPT Perkuat Delusi Agamanya

Pilihan baik dan jahat yang kaku masih bisa digunakan, tetapi pemain cenderung tidak merenungkannya lama. Menurut Sawyer, banyak pemain memutuskan sejak awal akan menjadi karakter baik atau jahat.

Ia mencontohkan Pentiment, di mana pemain harus memilih siapa yang akan dipersalahkan. "Keputusan individu tidak selalu jelas," katanya.

"Drama Yunani sudah melakukannya dengan sempurna ribuan tahun lalu. Mengapa tidak belajar dari mereka?"

ujar Sawyer.

>>> Sutradara Resident Evil: Memasukkan Karakter Legendaris Terasa Tidak Alami

RPG modern seperti The Witcher 3 dan Baldur's Gate 3 telah meninggalkan moral biner. Bahkan Fable, yang terkenal dengan pilihan baik-jahat, kini beralih ke sistem reputasi subjektif.