PT PLN (Persero) memastikan ketersediaan pasokan batu bara tambahan guna memperkuat keandalan sistem kelistrikan nasional.

Pada Juli 2026, perusahaan mengamankan alokasi batu bara kalori tinggi sebesar 1,8 juta ton di luar kontrak rutin.

>>> 5 Rekomendasi Eyeliner Awet dan Dipuji Pengguna, Cocok untuk Aktivitas Seharian

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa tambahan ini merupakan hasil mandat dari Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minerba.

Batu bara yang dialokasikan memiliki spesifikasi kalori menengah hingga tinggi, yaitu 4.500 kkal ke atas.

"Ada penambahan pasokan batu bara dengan kalori menengah sampai tinggi, yaitu 4.500 kalori ke atas yang dialokasikan khusus untuk PLN dari Kementerian ESDM.

Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Kecukupan stok batu bara ini berhasil mendongkrak kapasitas daya mampu pasok pembangkit secara nasional sebesar 5 gigawatt (GW).

Total kapasitas pasok nasional kini berada di atas level 35,9 GW.

Dengan cadangan daya yang mencukupi, PLN memastikan stabilitas kelistrikan di Pulau Jawa telah kembali andal. Kebijakan pemadaman bergilir resmi berakhir sejak akhir Juni lalu.

"Di sini ada penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 Gigawatt di atas 35,9 Gigawatt, yang tentu saja ini membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi.

Kondisi sistem kelistrikan Jawa, terutama di Jawa, ini sudah tidak ada lagi pemadaman bergilir sejak tanggal 21 Juni 2026," tegas Darmawan.

Langkah intervensi pasokan ini dilakukan untuk mengoreksi ketidakseimbangan produksi batu bara nasional.

>>> Grab Luncurkan Fitur Remaja untuk Dukung Kemandirian Anak dengan Pendampingan Digital