BRI Terapkan Zero Tolerance Fraud, Aktif Laporkan Dugaan Pidana ke Aparat Hukum

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan komitmennya menerapkan prinsip zero tolerance terhadap fraud melalui penguatan sistem tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BRI secara aktif melakukan deteksi, investigasi, serta melaporkan setiap indikasi fraud maupun dugaan tindak pidana korupsi kepada Aparat Penegak Hukum (APH) sesuai ketentuan yang berlaku.
>>> Menkeu Purbaya Lantik Tiga Dirjen Baru, Tekankan Pengelolaan Aset hingga Disiplin Fiskal
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI tidak memberikan ruang bagi segala bentuk penyimpangan yang berpotensi merugikan perusahaan, negara, maupun masyarakat.
"BRI menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap setiap bentuk fraud dan tindak pidana korupsi.
Setiap indikasi penyimpangan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme investigasi secara profesional, dan apabila ditemukan unsur pidana, Perseroan secara aktif melaporkannya kepada aparat penegak hukum," ujar Dhanny.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen BRI untuk menjaga integritas, melindungi kepentingan nasabah dan pemegang saham, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap perseroan.
Dhanny menambahkan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan dalam memperkuat aspek tata kelola sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
"Penguatan tata kelola dilakukan di seluruh unit kerja BRI tanpa pandang bulu.
>>> 1Clickss.com: Marketplace B2B Bantu Mitra Usaha Temukan Pembeli Terpercaya
Tujuan kami adalah menciptakan kondisi kerja yang kondusif melalui program transformasi perusahaan dan budaya kerja, sehingga mampu meminimalisir fraud yang terjadi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.
Sejalan dengan penguatan tata kelola yang didorong di lingkungan BUMN melalui Danantara, BRI terus memperkuat implementasi prinsip-prinsip GCG melalui peningkatan efektivitas pengendalian internal, penguatan fungsi manajemen risiko, optimalisasi sistem kepatuhan, serta penerapan teknologi untuk deteksi dini potensi fraud.
Update Terbaru
Minnesota Tutup Kantor Pemerintah dan Bank pada 4 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 00:56 WIB
Mediasi Gagal, Perkara Ijazah Jokowi Lanjut ke Persidangan
Jumat / 03-07-2026, 00:56 WIB
Menteri Keuangan: IKN Masih Sepi, Belum Cocok untuk Pusat Finansial Internasional
Jumat / 03-07-2026, 00:55 WIB
Mebius Dust Umumkan 5 Anggota Pemeran Baru
Jumat / 03-07-2026, 00:50 WIB
Persona 4 Revival Rilis Trailer Perkenalan Karakter, Siap Rilis Februari 2027
Jumat / 03-07-2026, 00:50 WIB
Street Fighter 6 Rilis Yasmine Arrives! Fighting Pass, Karakter Baru Hadir Agustus
Jumat / 03-07-2026, 00:50 WIB
Diana Shnaider Tantang Liudmila Samsonova di Babak Kedua Wimbledon
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Tour de France 2026 Dimulai di Barcelona dengan Edisi Tercepat dalam Sejarah
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Empat Anggota Keluarga Didakwa Usai 16 Anak Ditemukan di Ruangan Kumuh Ohio
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Rumor Spider-Man 5: Petualangan Baru di Level Jalanan MCU
Jumat / 03-07-2026, 00:49 WIB
Attack on Titan 3 Game Rilis Musim Dingin, Trailer Perlihatkan Gameplay
Jumat / 03-07-2026, 00:46 WIB
Gubernur Florida Rekomendasikan CAIR sebagai Organisasi Teroris
Jumat / 03-07-2026, 00:46 WIB
Taylor Fritz Hadapi Patrick Kypson di Babak Kedua Wimbledon
Jumat / 03-07-2026, 00:46 WIB
Fenomena The Amazing Digital Circus: Antara Horor Eksistensial dan Harapan
Jumat / 03-07-2026, 00:44 WIB






