Komisi II DPR Kritik Benny Demokrat soal Isu Pembatasan Usung Capres

Komisi II DPR mengkritik anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Benny K Harman, terkait isu skenario pembatasan pencalonan presiden dan wakil presiden melalui RUU Pemilu.
Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, menilai isu tersebut terlalu jauh karena RUU Pemilu belum resmi dibahas di komisinya.
>>> TOP 35 Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026 ada Arisan yang Salip Lautan Cinta
"Menurut saya ya, kita jangan memprediksi terlalu jauh sesuatu yang belum kita kerjakan," kata Rifqi di kompleks parlemen, Kamis (2/7).
Politikus Partai NasDem itu mempertanyakan kabar yang disampaikan Benny melalui tulisannya di Harian Kompas.
Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan pimpinan Komisi II dari Demokrat dan tidak ada informasi tersebut.
"Saya sudah komunikasi juga dengan teman-teman, misalnya dari Fraksi Demokrat, ada wakil kami Kang Dede Yusuf dari Demokrat, ya sama, kita juga belum dapat info dari mana-mana.
Nanti kita tanya ke Pak Benny lah," ujarnya.
Rifqi khawatir pernyataan Benny dapat mengganggu soliditas dan komunikasi politik internal koalisi. Ia memastikan pembahasan RUU Pemilu akan dilakukan secara transparan.
"Kita kan ingin membahas ketentuan UU Pemilu ini dengan penuh keterbukaan, transparansi, dan optimisme," katanya.
Dalam opininya, Benny menulis adanya skenario pencalonan presiden dan wakil presiden harus diusung minimal tiga partai parlemen.
Isu ini menjadi perdebatan setelah Mahkamah Konstitusi memerintahkan penghapusan ambang batas pencalonan presiden.
"Ada indikasi kuat bahwa regulasi pemilu mendatang sengaja didesain untuk membatasi hak rakyat dalam memilih pemimpin tertinggi di negeri ini," tulis Benny.
>>> Seminggu Tak Membuka Samsung Galaxy Z Flip 7, Saya Justru Menyukainya
"Salah satu wacana paling berbahaya yang mulai diembuskan adalah soal pembatasan calon presiden dan calon wakil presiden, di mana nantinya hanya pasangan calon yang didukung oleh minimal tiga partai politik parlemen yang boleh bertanding," imbuhnya.
Update Terbaru
Cara Mudah Mendapatkan Saldo Dana Gratis 2026 dengan Menonton 5 Drama Korea Sub Indo
Kamis / 02-07-2026, 20:17 WIB
Inovasi Kecerdasan Buatan Siap Ubah Pengalaman Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Microsoft Dikabarkan Siapkan Fitur Disc to Digital untuk Xbox
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Windows 11 Kini Digunakan Lebih dari 70% Gamer Steam, Windows 10 Terus Menurun
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
KPK Tahan Direktur MSA di Kasus Suap Terkait Temuan BPK
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Ronaldo Senang Diserbu Suporter Jelang Portugal vs Kroasia
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Five Eyes Peringatkan Serangan Siber Dahsyat Akibat AI dalam Hitungan Bulan
Kamis / 02-07-2026, 20:16 WIB
Pertamina Pastikan Infrastruktur Siap Salurkan BBM B50
Kamis / 02-07-2026, 20:15 WIB
Ekstensi Perplexity AI Palsu di Chrome Web Store Ternyata Malware Pencuri Data
Kamis / 02-07-2026, 20:15 WIB
GIF di Windows 11 Tiba-tiba Hilang? Bukan Bug, Ini Penyebabnya
Kamis / 02-07-2026, 20:15 WIB
Transfer Ban FIFA Tak Mempan? Persib Diam-Diam Rekrut Pemain Baru
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB
Tuchel Akui Adaptasi Ketinggian Mustahil dalam 4 Hari Jelang Lawan Meksiko
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB
Siswa SMP di Lumajang Tewas Diduga Dianiaya Teman Sekelas
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB
Wamendagri Dorong Daerah Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan
Kamis / 02-07-2026, 20:14 WIB






