PT Pos Indonesia (Persero) membantah pengunduran diri Direktur Utama Daud Joseph disebabkan oleh kabar keterlambatan pembayaran gaji karyawan dan pensiunan.

Corporate Secretary PT Pos Indonesia Iwan Gunawan menegaskan kabar tersebut tidak benar.

>>> Elon Musk Bantah SpaceX Mau Bikin HP Bertenaga AI

"Tidak ada kaitannya pengunduran diri Dirut Daud Joseph dengan kabar soal keterlambatan pembayaran gaji," ujarnya kepada CNNIndonesia. com, Kamis (2/7).

Iwan juga membantah informasi yang menyebut 32 ribu karyawan dan pensiunan terlambat menerima gaji. "Informasi yang beredar tentang keterlambatan pembayaran gaji karyawan dan pensiunan tidak benar adanya," sambungnya.

Ia memastikan seluruh karyawan dan pensiunan menerima gaji seperti biasa pada 1 Juli 2026.

Alasan Pengunduran Diri

Daud Joseph mengundurkan diri pada Kamis (2/7). Iwan mengatakan keputusan itu murni karena keinginan dan pertimbangan pribadi.

Perseroan menghormati keputusan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi serta kontribusi Daud Joseph selama memimpin perusahaan.

>>> Komdigi Buka Akses Reddit: Konten Judi dan Porno Sudah Diblokir

Iwan memastikan proses transisi kepemimpinan akan berjalan sesuai tata kelola yang berlaku. Operasional perusahaan tetap lancar dan tidak mengganggu layanan kepada stakeholder.

Sebagai bagian dari Danantara, Pos Indonesia berkomitmen menjalankan amanah pemegang saham dan program transformasi yang sedang berlangsung.

Sebelum menjabat dirut Pos Indonesia, Daud Joseph adalah Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Ia mundur dari posisi itu setelah ditunjuk sebagai Dirut PT Pos Indonesia pada pertengahan Maret 2026.

Penunjukannya berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham PT Pos Indonesia Nomor 168 Tahun 2026 pada 11 Maret 2026.

>>> Pelatih Spanyol Kupas Taktik Austria: Pressing Tinggi dan Disiplin

Daud Joseph berlatar belakang pendidikan Teknik Metalurgi dari Universitas Indonesia dan Magister Manajemen dari Thunderbird School of Global Management.