Perjanjian Obat Misterius Ini Akan Rugikan NHS Miliaran Pound
Sebuah perjanjian obat antara Inggris dan Amerika Serikat yang disepakati pada Desember lalu diperkirakan akan membebani NHS (National Health Service) hingga miliaran pound.
Analisis yang diterbitkan di British Medical Journal (BMJ) menunjukkan biaya sebenarnya bisa mencapai £44,7 miliar pada akhir dekade ini, jauh lebih tinggi dari perkiraan pemerintah yang hanya sekitar £1 miliar per tahun.
>>> Rusia Hujani Kyiv dengan 20 Rudal Balistik, 5 Tewas
Kesepakatan itu diteken Perdana Menteri Keir Starmer dengan Presiden AS Donald Trump. Inggris setuju meningkatkan belanja obat bermerek sebagai imbalan agar AS tidak menaikkan tarif ekspor farmasi Inggris.
Janji Pemerintah Dipertanyakan
Menteri Kesehatan Wes Streeting sebelumnya berjanji NHS tidak akan dikorbankan dalam negosiasi, tidak ada pemotongan layanan, dan biaya hanya sekitar £1 miliar per tahun.
Namun analisis BMJ menunjukkan pengeluaran obat akan naik dari 0,3% menjadi 0,6% dari pendapatan nasional dalam satu dekade, dan dana tersebut akan diambil dari anggaran NHS.
Para peneliti memperkirakan tambahan biaya dalam dua tahun ke depan hampir tiga kali lipat dari yang dijanjikan Streeting.
Dampak Fatal pada Kesehatan Masyarakat
Dengan menggunakan data hubungan antara belanja NHS dan kesehatan pasien, model para akademisi memperkirakan akan terjadi 229.000 kematian tambahan pada 2036.
>>> Lukisan Berharga Sorolla Dikembalikan ke Keluarga di Seville
Para peneliti menyebut angka itu sebagai perkiraan konservatif, namun hampir dua kali lipat dari kematian yang dapat dicegah selama pandemi Covid-19 di Inggris.
Dana yang seharusnya untuk pemindaian kanker, gaji dokter dan perawat, serta obat statin dan diabetes akan dialihkan ke perusahaan farmasi multinasional.
Kritik juga datang dari internal Partai Buruh.
Anggota parlemen Rachael Maskell mengatakan debat baru digelar setelah kesepakatan berlaku, sehingga 'kuda sudah terlanjur lolos dari kandang'.
>>> Tielemans Buka Suara soal Ribut dengan Trossard Saat Belgia vs Senegal
Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial menyatakan tidak mengakui angka-angka tersebut, namun hingga kini belum menerbitkan kajian dampak resmi meski telah diminta oleh banyak anggota parlemen.
Update Terbaru
Cara Cek Performa iPhone 16e dengan Chip A18 yang Masih Jadi Pilihan Terbaik di 2026
Kamis / 02-07-2026, 16:17 WIB
Addison Rae Terseret ke Pengadaran Ayahnya dengan Mantan Istri
Kamis / 02-07-2026, 16:17 WIB
Kejagung Ungkap Dugaan Kolonel TNI Terlibat di Kasus Motor Listrik BGN
Kamis / 02-07-2026, 16:16 WIB
Prediksi Spanyol vs Austria di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 16:16 WIB
BUMN di Ekosistem Danantara Rampungkan Laporan Keuangan 2025
Kamis / 02-07-2026, 16:15 WIB
Kegagalan di Piala Dunia 2026 Picu Krisis Tata Kelola Sepak Bola Korea Selatan
Kamis / 02-07-2026, 16:12 WIB
Gelombang Panas Landa Prancis, Disneyland Paris Tutup Wahana Outdoor
Kamis / 02-07-2026, 16:11 WIB
Kejagung Ungkap Peran Brigjen Lalu dalam Korupsi MBG: Perintahkan Saksi Pasok Ompreng
Kamis / 02-07-2026, 16:11 WIB
Sorot Mata dan Gestur Cherki Picu Spekulasi Keretakan di Timnas Prancis
Kamis / 02-07-2026, 16:10 WIB
Sutradara 'Marty Supreme' Puji Penampilan Intens Timothée Chalamet
Kamis / 02-07-2026, 16:09 WIB
Masa Depan Yoo Ah-in Usai Skandal Narkoba: Kembali ke Layar?
Kamis / 02-07-2026, 16:09 WIB
Pemimpin Iran Bersumpah Balas Kematian Ali Khamenei
Kamis / 02-07-2026, 16:09 WIB
Polda NTT Ambil Alih Kasus Kematian Dokter Icha, Bentuk Tim Gabungan
Kamis / 02-07-2026, 16:08 WIB
PT Pos Bantah Dirut Daud Joseph Mundur karena Gaji Karyawan Telat
Kamis / 02-07-2026, 16:07 WIB






