Malaysia mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi untuk jenis RON97, RON95, dan solar pada periode penetapan harga 1-8 Juli 2026.

Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan penyesuaian ini dilakukan berdasarkan Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM) setelah rata-rata harga bahan bakar di pasar internasional turun pekan lalu.

>>> Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir

Harga RON97 kini menjadi RM4,00 per liter, RON95 nonsubsidi RM3,37 per liter, dan solar nonsubsidi RM3,97 per liter.

Masing-masing turun 10 sen (sekitar Rp438) per liter.

Penurunan Harga Minyak Dunia Jadi Pendorong

Menurut Kemenkeu Malaysia, harga minyak dunia terus menurun dari level tertinggi yang sempat tercapai selama perang AS vs Iran sejak akhir Februari lalu.

Penurunan ini didukung oleh membaiknya pasokan minyak global serta harapan negosiasi konflik dapat mengurangi risiko gangguan pasokan minyak mentah.

Meski demikian, pasar minyak global dinilai belum sepenuhnya stabil. Risiko terhadap harga minyak mentah, biaya pengiriman, dan keamanan pasokan masih ada hingga konflik benar-benar berakhir.

>>> Bupati Kuansing Minta 'Mahar' Land Cruiser Rp2 M untuk Jabatan Sekda

Pemerintah Malaysia memastikan pasokan bahan bakar dalam negeri masih mencukupi. Masyarakat diimbau menggunakan bahan bakar secara bijak dengan merencanakan perjalanan lebih efisien.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak berubah.

RON95 dalam program Budi95 tetap RM1,99 per liter, Budi Diesel RM2,10 per liter, serta subsidi solar lainnya sesuai ketentuan.

Mulai 1 Juli, warga Malaysia yang memenuhi syarat dapat membeli solar bersubsidi seharga RM2,10 per liter melalui verifikasi MyKad di SPBU dalam skema Budi Diesel.

>>> KPK Temukan Land Cruiser yang Diduga Jadi 'Mahar' Jabatan Sekda Kuansing

Pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan akan terus menerapkan kebijakan hati-hati untuk melindungi konsumen dari gejolak harga BBM dan memastikan pasokan energi nasional aman.