Banyak Negara Bagian AS Perluas Pengobatan PTSD untuk Petugas Pertama
Lebih banyak negara bagian di Amerika Serikat tahun ini mulai mencari cara baru di luar konseling dan obat-obatan tradisional untuk membantu petugas pertama mengatasi stres pascatrauma (PTSD).
Petugas pemadam kebakaran, polisi, dan pekerja medis darurat setiap hari menyaksikan kecelakaan fatal, kejahatan kekerasan, dan peristiwa traumatis lain yang dapat meninggalkan bekas psikologis mendalam.
Jason Cerrano, pensiunan petugas pemadam kebakaran dan paramedis dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di Missouri, mengatakan bahwa pengalaman traumatis yang menumpuk lama-kelamaan membuat hal-hal mengerikan terasa normal.
Berbagai Pendekatan di Beberapa Negara Bagian
Di Ohio, Gubernur Partai Republik Mike DeWine baru-baru ini menandatangani undang-undang yang membentuk Komisi Cedera Stres Pascatrauma.
Komisi ini akan meninjau permohonan bantuan biaya perawatan dari petugas pertama yang memenuhi syarat.
Maryland mengambil pendekatan berbeda dengan mengesahkan undang-undang yang melindungi petugas pemadam kebakaran, teknisi medis darurat, paramedis, dan pekerja penyelamat lainnya dari diskriminasi kerja akibat penggunaan ganja medis yang sah di luar jam kerja.
Undang-undang Maryland yang mulai berlaku pada Oktober ini berlaku bagi pasien ganja medis terdaftar yang hasil tesnya positif metabolit ganja tetapi tidak dalam keadaan mabuk saat bertugas.
Terapi Alternatif dan Penelitian
Beberapa negara bagian lain tengah menjajaki terapi baru. Connecticut memperluas program percontohan di Universitas Yale yang meneliti terapi berbantuan psilocybin.
Kini, warga negara bagian berusia 18 tahun ke atas dapat berpartisipasi jika memenuhi kriteria klinis yang ditetapkan dewan peninjau institusi Yale.
Sebelumnya, program tersebut terbatas pada veteran, pensiunan petugas pertama, dan petugas kesehatan garis depan.
Missouri mengajukan rancangan undang-undang yang mengizinkan veteran dan petugas pertama dalam studi penelitian yang disetujui untuk menerima psikedelik psilocybin dan ibogaine di bawah pengawasan medis guna mengatasi PTSD dan kondisi kesehatan mental lainnya.
Update Terbaru
KPK Temukan Land Cruiser yang Diduga Jadi 'Mahar' Jabatan Sekda Kuansing
Rabu / 01-07-2026, 20:20 WIB
Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:15 WIB
Baek Ji Young Buka Suara soal Tuntut Balik Komentar Jahat
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
VW Dikabarkan Kembali Pertimbangkan Jual Lamborghini dan Ducati
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege, Mengandung Bahan Keras
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
Hasil Wimbledon 2026: Janice Tjen Tersingkir di Babak 64 Besar
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
All-New Lexus ES Siap Hadir di Indonesia dengan Varian Listrik Murni
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
Amran Klaim Hilirisasi Sawit Dkk Bisa Hasilkan Setara 10 Tahun APBN
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
Shopee Luncurkan Belanja Instant 1 Jam Tiba untuk Kebutuhan Harian
Rabu / 01-07-2026, 20:10 WIB
OJK Dorong Pembiayaan Pertanian Lewat Program SEJAGAT di Tapanuli Utara
Rabu / 01-07-2026, 20:10 WIB
IPO Mundur, BACH Tetapkan Harga Rp442 per Saham
Rabu / 01-07-2026, 20:10 WIB
Prediksi Belgia vs Senegal di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:09 WIB
Said Iqbal Akan Temui Bahlil Bahas Harga LNG US$13 per MMBTU untuk Seluruh RI
Rabu / 01-07-2026, 20:09 WIB
MenPAN RB Dorong Integrasi AI dalam Tata Kelola GCG untuk Bangun Kepercayaan Publik
Rabu / 01-07-2026, 20:09 WIB






