Manajer tim nasional Belgia, Rudi Garcia, membela skuadnya dari kritik media pada Selasa (25/6) menjelang pertandingan babak 32 besar Piala Dunia melawan Senegal di Seattle.

Pernyataan itu muncul setelah Belgia memuncaki Grup G dengan kemenangan 5-1 atas Selandia Baru.

>>> HUT ke-75, IBI Jatim Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Ibu dan Anak

"Saya benar-benar tidak suka mereka disebut sebagai pemain yang sudah habis," kata Garcia, merujuk pada kritik surat kabar terhadap gelandang Kevin De Bruyne.

Garcia menekankan pentingnya mendukung talenta internasional kelas atas sambil menyoroti kontribusi para pemimpin utama skuadnya.

"Ketika sebuah negara memiliki pemain sekaliber itu, Anda mendukung mereka," tambah Garcia.

Kemenangan atas Selandia Baru dibukukan berkat gol De Bruyne, Romelu Lukaku, Charles De Ketelaere, dan dua gol dari Leandro Trossard.

Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Garcia mempersilakan De Ketelaere menjawab pertanyaan soal tekanan turnamen.

"Apakah Anda tertekan? Apakah pertandingan melawan Selandia Baru mengubah sesuatu?"

tanya Garcia.

De Ketelaere mencatat bahwa tersingkirnya Jerman dan Belanda baru-baru ini membuktikan status unggulan tidak menjamin kesuksesan.

"Kemarin (Senin) menunjukkan bahwa menjadi favorit atau tidak tidak masalah," kata De Ketelaere.

Garcia setuju sebentar dengan sentuhan pemainnya mengenai status underdog sebelum mengalihkan fokus ke lawan berikutnya.

>>> Alannah Keyser Bicara soal Hujatan Akibat Video Ucapan Rasis

Belgia memasuki fase gugur dengan catatan tak terkalahkan selama 16 bulan, dengan kekalahan terakhir terjadi melawan Ukraina pada laga debut Garcia.

"Kami ingin menjadi juara grup dan itulah yang kami lakukan," kata Garcia.

Garcia mengakui bahwa Senegal lolos dari grup yang sangat kompetitif berisi Prancis, Norwegia, dan Irak.