Penyanyi NANO kembali menjadi sorotan setelah wawancara eksklusifnya di konvensi DoKomi, Jerman.

Dalam sesi tersebut, ia membahas akar multikulturalnya, pengalaman tur ke luar negeri, serta pandangannya mengenai label 'anisong artist'.

>>> Hathaw9y Rilis Album Kedua 'Lovers', Eksplorasi Cinta ala Introvert

NANO yang memiliki latar belakang Amerika-Jepang mengaku merasa luar biasa bisa tampil di berbagai negara. "Saya selalu menjadi pribadi multikultural.

Saat naik panggung, saya lupa perbedaan budaya. Yang ada hanya saya dan penonton, tidak peduli ras atau negara," ujarnya.

Menurutnya, musik menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan. "Budaya dan bahasa memang berbeda, tapi ketika musik dimainkan, itu tidak masalah.

Yang penting saya bisa memberikan pertunjukan yang baik dan penonton menikmati," tambahnya.

Saran untuk Artis Jepang yang Ingin Go International

NANO mengakui bahwa pertanyaan tentang cara sukses di luar negeri adalah yang paling sulit. "Saya sendiri masih mencari jawabannya.

Saya belum merasa cukup berhasil untuk memberi siapapun saran," katanya.

Ia menilai Jepang terlambat dalam menjangkau pasar global dibandingkan K-pop. "Jepang selalu melakukan hal dengan caranya sendiri, untuk diri sendiri.

Kami tidak tahu cara menjangkau orang luar negeri," jelasnya.

Meski demikian, NANO mendorong artis Jepang untuk berani mencoba. "Jika Anda hanya pergi ke luar negeri karena yakin akan sukses, banyak penggemar yang tidak bisa dijangkau.

Cobalah meski tidak laris atau tidak untung. Ada hal lain yang lebih penting," tegasnya.

Ia mencontohkan MADKID yang terinspirasi setelah melihatnya tur dunia. "Mereka bilang saya contoh yang baik.

Itu menunjukkan bahwa berusaha tampil di luar negeri tidak sia-sia bagi komunitas Jepang," ujarnya.