Pesan tersebut menjadi motivasi agar setiap muslim senantiasa meningkatkan kualitas diri dari waktu ke waktu.

Allah Mengetahui Segala Hal Tentang Masa Depan

Salah satu pembahasan penting dalam khutbah adalah mengenai keterbatasan manusia dalam mengetahui masa depan.

Khatib mengutip Surat Luqman ayat 34 yang menjelaskan bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui lima perkara gaib, yaitu:

  • Waktu terjadinya hari kiamat.

  • Waktu turunnya hujan.

  • Keadaan yang sebenarnya di dalam kandungan.

  • Apa yang akan dikerjakan manusia pada hari esok.

  • Tempat dan waktu seseorang akan meninggal dunia.

Karena itulah manusia diperintahkan untuk terus berikhtiar dengan sungguh-sungguh, namun tetap bertawakal kepada Allah SWT atas segala hasil yang diperoleh.

Mengingat Kematian Sebagai Pengingat Kehidupan

Khutbah juga mengingatkan bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan menghadapi kematian.

Allah SWT telah menetapkan batas usia bagi setiap manusia dan tidak ada seorang pun yang mampu menunda maupun mempercepat ajal yang telah ditentukan.

Kesadaran akan kepastian datangnya kematian diharapkan mampu mendorong setiap muslim untuk lebih serius mempersiapkan bekal amal saleh selama masih diberi kesempatan hidup di dunia.

Manfaatkan Lima Kesempatan Sebelum Terlambat

Sebagai penutup khutbah pertama, khatib menyampaikan hadis Rasulullah SAW yang sangat populer mengenai lima perkara yang harus dimanfaatkan sebelum datang lima perkara lainnya.

Kelima kesempatan tersebut meliputi:

  • Masa muda sebelum datang masa tua.

  • Kesehatan sebelum datang sakit.

  • Kekayaan sebelum datang kemiskinan.

  • Waktu luang sebelum datang kesibukan.

  • Kehidupan sebelum datang kematian.

Hadis tersebut menjadi pengingat agar setiap muslim tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Allah SWT karena waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 1 - 5 Juli 2026