Penentuan terjadi pada penendang kelima. Crysencio Summerville gagal mencetak gol setelah tendangannya berhasil ditepis Bono. Kesempatan emas tersebut dimanfaatkan Ismael Saibari yang tampil tenang saat berhadapan dengan Bart Verbruggen. Tendangannya sukses bersarang di dalam gawang dan memastikan kemenangan Maroko dengan skor 3-2.

Belanda Sempat Unggul Lewat Cody Gakpo

Sebelum drama adu penalti, Belanda sebenarnya sempat berada di atas angin. Gol pembuka tercipta pada menit ke-72 melalui Cody Gakpo.

Gol bermula dari duel udara yang dimenangkan Wout Weghorst. Bola kemudian diteruskan kepada Crysencio Summerville yang melakukan penetrasi cepat ke area pertahanan Maroko. Meski sempat kehilangan keseimbangan dan terjatuh, Summerville masih mampu mengirim umpan matang kepada Gakpo yang tanpa kesulitan menaklukkan Bono.

Gol tersebut membuat Belanda semakin percaya diri dan berusaha mempertahankan keunggulan hingga waktu normal berakhir.

Issa Diop Selamatkan Maroko

Saat berada dalam tekanan, Maroko menunjukkan mental pantang menyerah. Mereka akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan bek tengah Issa Diop.

Gol bermula dari umpan silang akurat Chemsdine Talbi yang mengarah ke kotak penalti. Diop yang ikut membantu serangan berhasil memenangkan duel udara sebelum menanduk bola ke dalam gawang Belanda. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal usai.

Maroko Lebih Dominan di Babak Tambahan

Memasuki babak tambahan waktu, Maroko tampil lebih agresif. Mereka mampu menguasai permainan dan beberapa kali memaksa Belanda bertahan di area sendiri sepanjang babak pertama extra time.

Belanda baru mampu keluar dari tekanan pada babak kedua tambahan waktu dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat kedua tim gagal mencetak gol tambahan.