Tim nasional putra Amerika Serikat (USMNT) akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia, Rabu (16/6) di Levi's Stadium, Santa Clara, California.

Laga ini menjadi kesempatan bagi AS untuk memutus tren negatif 10 kekalahan beruntun melawan lawan dari Eropa.

>>> Louis Vuitton Buka Butik Wanita Baru di Miami Design District

Menurut laporan The New York Times dan The Guardian, AS lolos dari Grup D, tetapi kini berhadapan dengan catatan buruk melawan tim UEFA.

Dalam satu dekade terakhir, AS hanya menang sekali dari 18 pertandingan melawan tim Eropa.

Tekanan dari Luar vs Ekspektasi Internal

Kapten AS, Tim Ream, menepis tekanan terkait rekor buruk tersebut. "Itu sudah terjadi," ujarnya.

Bek veteran itu menegaskan bahwa rekor tersebut di luar kendali tim. "Bukan sesuatu yang bisa kami kendalikan," kata Ream.

Ream juga mengungkapkan bahwa atmosfer turnamen kali ini terasa berbeda dibanding Piala Dunia 2022. "Aneh jika saya bilang tidak merasa terlalu tertekan saat ini?"

ujarnya.

Ia menekankan bahwa ekspektasi internal lebih besar daripada tekanan dari luar. "Tekanan yang kami berikan pada diri sendiri sangat besar.

Rasanya sangat berbeda dibanding 2022," jelas Ream.

Menurut Ream, tekanan terbesar justru dirasakan saat laga pertama melawan Paraguay, yang berasal dari dalam tim sendiri.

>>> Studi: Wanita Selesaikan Ranger School dengan Kondisi Fisiologis Lebih Baik daripada Pria

Ia juga mengakui bahwa penyesuaian taktik sering diperlukan selama pertandingan. "Kami tidak sepenuhnya menduga Paraguay akan bermain seperti itu di laga pertama," ujarnya.

Ream menambahkan bahwa tim siap menghadapi berbagai strategi dari Bosnia. "Kami harus bisa mengharapkan yang tak terduga, seperti yang kami buktikan melawan Australia.