Ia mengatakan pada 2030, pendanaan konten kreatif Prancis bisa bergantung pada operator swasta asing terlebih dahulu.

Dauvin menambahkan bahwa Netflix telah menjadi investor swasta nomor satu dalam penciptaan audiovisual dan kontributor nomor tiga untuk sinema di Prancis.

Ia menekankan model saat ini tidak berkelanjutan bagi Netflix.

Aturan Rilis Teatrikal Juga Jadi Kendala

Netflix juga menantang aturan kronologi media Prancis yang sudah lama berlaku. Aturan itu mencegah Netflix menayangkan film produksi Prancisnya sendiri hingga 15 bulan setelah rilis teatrikal.

Netflix dan Prime Video sama-sama mengajukan banding atas versi terbaru peraturan jendela rilis tersebut. Mereka berargumen bahwa sistem itu tidak lagi mencerminkan kebiasaan menonton modern.

Dalam surat sebelumnya kepada regulator Prancis, Dauvin membela kontribusi Netflix terhadap industri hiburan negara itu sambil mengkritik kerangka saat ini.

Ia menyebut Netflix dengan enggan mengambil sikap menentang sistem yang tidak seimbang dan tidak adil.

Meskipun mencari perubahan regulasi, Netflix terus memperluas kehadirannya di Prancis. Awal tahun ini, perusahaan mengintegrasikan saluran televisi langsung TF1 dan program on-demand ke platform Netflix.

Langkah itu dirancang untuk menarik penonton yang lebih tua yang masih mengandalkan televisi gratis tradisional. Perdebatan ini terjadi saat Komisi Eropa bersiap meninjau Petunjuk Layanan Media Audiovisual (AVMS).

Proses tersebut dapat memengaruhi cara negara-negara Eropa mengatur platform streaming di tahun-tahun mendatang.

>>> Tips Liburan Hemat dan Seru Bersama Keluarga di Resor Mewah Macau

Hasil banding Netflix dapat membentuk tidak hanya lanskap media Prancis tetapi juga hubungan masa depan antara perusahaan streaming global dan regulasi konten Eropa.