Perusahaan media AS, Comcast, mengumumkan rencana untuk memisahkan operasi media dan hiburan besarnya, termasuk jaringan penyiaran Sky dan NBCUniversal, menjadi entitas publik yang berdiri sendiri.

Proses pemisahan diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun untuk diselesaikan.

>>> Neymar Siap Main 200 Menit, Jadi Starter Lawan Jepang?

Restrukturisasi strategis ini akan membagi bisnis Comcast, sehingga perusahaan fokus pada layanan broadband dan seluler yang disediakan untuk 65 juta rumah tangga di Amerika Serikat.

Sementara itu, entitas baru akan mengelola aset yang mencakup studio film, taman hiburan, streaming, olahraga, dan penyiaran berita.

Alasan di Balik Pemisahan

Brian Roberts, salah satu CEO Comcast, menjelaskan bahwa pemisahan ini bertujuan untuk "membuka pendekatan manajemen yang lebih wirausaha."

Portofolio bisnis independen yang baru akan diawasi oleh Mike Cavanagh, yang beralih dari perannya saat ini sebagai salah satu CEO Comcast.

Roberts menyatakan bahwa perusahaan baru ini akan berada dalam posisi yang baik untuk mengejar peluang signifikan di masa depan dan bermitra di seluruh ekosistem media dan hiburan.

Restrukturisasi ini terjadi delapan tahun setelah Comcast membeli operasi Eropa Sky sebesar £31 miliar pada 2018.

Dalam akuisisi tersebut, Comcast secara hukum menjamin pendanaan Sky News yang disesuaikan dengan inflasi selama sepuluh tahun, yang kini hampir berakhir.

Transisi ini memicu diskusi industri mengenai keamanan finansial Sky News, yang beroperasi dengan anggaran tahunan sekitar £100 juta dan mengalami kerugian hingga £80 juta.

>>> Komarudin PDIP Respons Santai Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau

Namun, kepemimpinan internal sebelumnya telah menyatakan keyakinan pada dukungan perusahaan induk.

David Rhodes, ketua eksekutif Sky News, mencatat bahwa komitmen jangka panjang perusahaan induk telah memberikan stabilitas organisasi yang signifikan.